Makna Penjabaran dan Arti Lagu “Tutupe Wirang -Suliana”

MAKNA PENJABARAN DAN ARTI LAGU “TUTUPE WIRANG”

Sun mung biso ngucap sepuro

Aku hanya bisa ucapkan maaf

Nong raino bengi rupo bingung hang ngemuli

Di siang malam berselimut muka bingung

Penjabaran : Lirik pada bait ini menjelaskan bahwa terdapat permintaan maaf dari subjek dalam lagu atas kegundahan yang dialami setiap hari. Permintaan maaf ini ditujukan kepada kekasih barunya. Permintaan maaf ini disampaikan dalam hati. Sehingga setiap bait dalam lirik ini sebenarnya adalah ungkapan batin dari subjek lagu yang masih tidak bisa diungkapkan dan selalu disimpan dalam hati.

Arep terus terang isun sing mentolo

Mau terus terang aku tak tega

Masio ring batin isun kesikso

Meski hatiku tersiksa

Penjabaran: Bait ini menjawab penyebab rasa kegundahannya setiap hari. Penyebab rasa kegundahan ini adalah ketidaktegaan untuk berkata apa adanya kepada kekasihnya yang baru. Subjek dalam lagu masih memendam cerita cinta masa lalu dengan kekasihnya yang lama. Ketidaktegaan untuk berterus terang  membuat batinnya merasa tersiksa.

Dudu welase hang sun karepno

Bukan cintanya yang ku harapkan

Dudu arane hang isun impekno

Bukan namanya yang ku impikan

Penjabaran: Kompleksitas romantika cinta muncul pada bait ini. Bait ini menjelaskan  tentang adanya rasa kekecewaan terhadap kekasih barunya. Subjek dalam  lagu menyiratkan bahwa gelar, status, dan cinta yang dimiki kekasih barunya bukan menjadi tolak ukur rasa cinta. Menurut subjek, rasa kecintaan terhadap seseorang  tidak bisa muncul dan dibeli begitu saja.

Ono wong liyo hang manggon nong ati

Ada orang lain yang bersemayam di hati

Saiki menyang embuh nong endi

Sekarang pergi entah kemana

Penjabaran : Dalam bait ini dijelaskan inti dari kegundahan hati subjek dalam  lagu. Kegundaahan dan Keraguan dengan kekasih barunya disebabkan oleh kisah cinta lama yang masih belum bisa hilang. Terdapat  kekasih lama yang masih dicintai oleh si-subjek lagu. Dalam bait ini juga dijelaskan bahwa kekasih lama telah meninggalkannya. Eufimistik dan retorika bait menjelaskan dengan  kalimat “pergi entah kemana”.

Welas isun hang ilang

Cintaku yang hilang

Kegowo angin nong awang-awang

Terbawa angin di angkasa

Penjabaran: Bait ini menjelaskan bahwa kisah masa lalu masih menghiasi kehidupannya sekarang. Retorika bahasa yang digunakan menggambarkan rasa cintanya dititipkan melalui doa. Dalam  bait ini tersirat harapan dan penyesalan terhadap kisah cintanya yang dulu.

Sing gampang ngganteni kembang sun hang ilang

Tak mudah mengganti bungaku yang hilang

Riko hang dadi tutupe wirang

Engkau yang jadi tutupnya malu

Penjabaran: Bait terakhir menggambarkan  kesimpulan dari kegundahan hati subjek lagu. Dalam bait ini digambarkan bahwa melupakan masa lalu merukapan hal yang sulit, meskipun harus dilakukan. Subjek lagu juga digambarkan memiliki rasa keihklasan untuk melepaskan masa lalunya. Cintanya dengan kekasih barunya memang tak sama, karena cinta memiliki ceritanya sendiri. Kalimat terkhir  dalam lagu “Riko hang dadi tutupe wirang”  ditujukan kepada kekasih lamanya. Kekasih yang lama digambarkan bukan hanya sebagai seorang kekasih belaka, namun juga merupakan seseorang yang memegang aib dan kisah cinta mereka berdua. Sebuah aib dan  kisah cinta yang  berujung rasa malu dimana hanya mereka berdua yang tau.

**setiap lagu merupakan sebuah puisi. Puisi memiliki makna yang berlapis dan beragam. Sudut pandang penulis lagu dan penikmatnya mungkin berbeda.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.603 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: