Monthly Archives: Oktober 2011

TANAMAN TEBU HULU-HILIR

1. Sejarah Tebu di Indonesia

Tebu, saccharum officinarum L, memiliki sejarah yang panjang sebagai komoditas pertanian komersial. Tebu diperkirakan berasal dari Papua dan mulai dibudidayakan sejak tahun 8000 SM. Tanaman ini kemudian menyebar di berbagai belahan dunia melalui migrasi manusia. Sekitar tahun 1493 Columbus membawa tebu dari pulau Canary ke Republik Dominika. Ini merupakan langkah awal penyebaran tebu di Amerika, Mexico, Brazil dan Peru. Tahun 1800-an, tebu mulai dikenal di Afrika dan Australia.

Di Jawa, tanaman tebu diperkirakan sudah ditanam sejak zaman Aji Saka. Perantau China yang bernama I Tsing mencatat bahwa perdagangan nira yang berasal dari gula tebu telah di perdagangkan di Nusantara (895 M). Industri Tebu dan pabrik gula mulai berkembang di Nusantara ketika masa penjajahan Belanda di mulai (1700-an). Pada awal abad ke-17 industri gula berdiri di sekitar selatan Batavia, yang dikelola oleh orang-orang China bersama pejabat VOC.

Pada pertengahan abad ke-18, telah dilakukan ekspor gula dari 130 pabri Gula tradisional di Jawa. Dalam perkembangannya, ekspor gula yang dilakukan oleh kolonial Belanda mengalami naik turun akibat keterbatasan modal, kekurangan lahan, dan persaingan ekspor gula dengan India. Industri gula kolonial yang menggunakan tenaga pribumi mulai bergeliat kembali seiring diberlakukannya Cultuurstelsel oleh van den Bosch. Liberalisasi Industri gula di pasung. Semua sektor perekonomian gula di kuasai oleh pemerintah kolonial belanda. Meskipun menimbulkan penderitaan bagi kaum pribumi, kebijakan ini menjadikan Nusantara sebagai pengimpor gula terbesar dan mampu mendominasi pasar dunia. Ketika penjajahan telah berakhir, sebagian besar dari pabrik gula yang ada di Jawa masih merupakan bekas peninggalan Belanda Readmore

Iklan
%d blogger menyukai ini: