Monthly Archives: Desember 2011

TANAMAN KARET HULU-HILIR

TANAMAN KARET HULU-HILIR

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Karet memiliki nama latin Havea Brasilienis Mucll. Ang. Tanaman karet termasuk famili Euphorbiace atau tanaman getah-getahan. Dinamakan demikian karena golongan famili ini mempunyai jaringan tanaman yang banyak mengandung getah (lateks) dan getah tersebut mengalir keluar apabila jaringan tanaman terlukai. Tanaman karet merupakan tanaman industri (Syamsulbahri, 1985).

Tanaman karet pada mulanya berasal dari lembah Sungai Amazon. Karet liar atau semi liar masih banyak ditemukan di bagain utara Amerika Selatan, mulai dari Brazil, Venezuela, Kolombia, dan Peru (Ghani et al., 1989). Karet merupakan komoditi ekspor yang mampu memberikan kontribusi di dalam upaya peningkatan devisa Indonesia. Ekspor Karet Indonesia selama 20 tahun terakhir terus menunjukkan adanya peningkatan dari 1.0 juta ton pada tahun 1985 menjadi 1.3 juta ton pada tahun 1995 dan 2.0 juta ton pada tahun 2005. Pendapatan devisa dari komoditi ini pada semester pertama tahun 2006 mencapai US$ 2.0 milyar, dan diperkirakan nilai ekspor karet pada tahun 2006 akan mencapai US $ 4,2 milyar (Anwar, Tanpa Tahun).

Pada tahun 1876, tanaman karet pertamakali diintroduksikan ke Asia tenggara. Karet mulai menjadi komoditas yang dipentingkan setelah industri mobil mulai berkembang di benua Amerika. Revolusi Industri dibidang perkaretan mulai menggeliat sekitar awal abad 19 ketika Charles Good Year tahun 1839 dari Amerika Serikat berhasil mengolah lateks dengan belerang. Proses menggunakan belerang tersebut dinamakan vulkanisasi. Dunlop orang Inggris tahun 1888 berhasil menciptakan ban mobil. Dengan kemajuan dibidang industri lateks, maka permintaan dunia akan laeks terus meningkat (Syamsulbahri, 1985). READMORE

%d blogger menyukai ini: