Arsip Blog

MICHAEL RAMSAY: PENCIPTA DAN SOSOK DIBALIK KESUKSESAN TIVO. SEJARAH AWAL MULA DAN ASAL-USUL TIVO

REVOLUSI MODERN DIBALIK KENYAMANAN MENONTON TELEVISI

APA ITU TIVO?

Teknologi Tivo adalah salah satu jenis teknologi perangkat perekam acara televisi yang pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat. Contoh kerjanya adalah dengan merekam acara televisi yang Anda lewatkan ketika Anda berhalangan untuk menontonnya, Tivo akan mengambil alih ‘menonton’ acara itu dan kemudian memutarnya untuk Anda.

Perangkat Tivo seri kedua dapat merekam tanpa henti selama 80 jam. Lamanya perekaman tergantung pada kualitas gambar. Untuk kualitas gambar menengah kemampuan perekaman menurun setengahnya. Tapi apabila 40 jam belum cukup Tivo bisa dihubungkan dengan ”Video Home System” (VHS) atau Digital Versatile Disc (DVD). Instalasi Tivo sangat mudah, tapi alat ini tidak akan langsung bekerja setelah dipasang. Di awal konfigurasi, pengguna harus mendaftar pada layanan Tivo (US 12,95 Dollar per bulan atau US 299 Dollar selamanya). Harga perangkatnya sendiri US Dollar 350 per unit.

Tivo merupakan alat yang juga dapat mencari dan merekam sebuah acara berdasarkan genrenya, seperti drama, komedi, olahraga dan sebagainya. Pencarian juga busa dilakukan berdasarkan nama acara. Fitur Wishlist dapat membantu mencari berdasarkan aktor dan sutradaranya. Cukup dengan beberapa kali menekan pengendali jarak jauh, kita dapat mengatur Tivo untuk merekam seluruh serial film tanpa duplikasi. Lama program juga bisa diatur kemudian disimpan, atau Tivo dapat menghapus program ketika kapasitas penyimpanan di dalamnya sudah penuh.

Tivo seri kedua dapat diprogram melalui internet untuk merekam sebuah acara tertentu. Fitur ini sangat berguna jika mendadak Anda harus merekam sebuah acara yang tidak diprogram sebelumnya. Untuk bisa mengirimkan acara yang telah direkam dari komputer Tivo harus dihubungkan dengan perangkat jaringan seperti router, adapter, antena, dan jaringan internet pita lebar. Fitur tambahan Tivo dapat menghubungkan jaringan di dalam rumah untuk menampilkan foto di televisi.

Hingga saat tahun 2012 teknologi Tivo belum merambah ke Indonesia.

PENDIRI TIVO

Michael Ramsay lahir di Skotlandia, pada awal 1950-an. Ia dibesarkan di Sighthill, bagian miskin di daerah Edinburgh. Setelah mendapatkan gelar di bidang teknik listrik di University of Edinburgh, ia pindah ke California sekitar tahun 1976. Dia pertama kali bekerja untuk pembuat komputer Hewlett-Packard dan perusahaan lain yang disebut Teknologi konvergen. Keduanya terletak di apa yang disebut hub “Silicon Valley”. Bisnis ini dilakukan di dekat kota-kota California San Jose dan Palo Alto. SGI menjadi salah satu kisah sukses terbesar Silicon Valley selama tahun 1980. Berkat hal itu, Ramsay naik menjadi wakil presiden senior dan general manager pada perusahaan tersebut.

Michael Ramsay

Selain Ramsay, Pendiri TiVo lainnya adalah Jim Barton. Jim Barton mempelajari teknik elektro. Gelar itu didapat dari Universitas Colorado di Boulder, di mana ia memperoleh gelar yang lebih tinggi dalam ilmu komputer. Pekerjaan pertamanya adalah dengan Bell Laboratories dan Hewlett-Packard.  Setelah bekerja pada dua perusahaan tersebut, Barton bekerja pada SGI. Di SGI ia menjabat sebagai wakil presiden dan general manager dari divisi sistem perangkat lunak .

Jim Barton

SEJARAH TEBENTUKNYA TIVO

Penemu TiVo adalah Michael Ramsay dan Jim Barton. Michael Ramsay dan Jim Barton adalah pendiri TiVo, perusahaan yang membuat perekam video digital revolusioner (DVR) untuk televisi. Mereka saling bertemu pada pertengahan 1990-an di perusahaan teknologi Silicon Graphics. Pada awal 1990-an SGI juga menjadi pemimpin dalam pengembangan perangkat lunak yang digunakan dalam memproduksi efek khusus untuk film. Dinosaurus dan Jurassic Park adalah salah satu keberhasilan proyek ini.

Mereka memutuskan mengundurkan diri dan memulai usaha mereka sendiri di Sunnyvale, California, pada Mei 1997. Ramsay dan Barton bergabung setelah Ramsay meninggalkan SGI. Karena sejarah latar belakang pengalaman kerja gabungan mereka yang sama, sehingga memudahkan bagi mereka untuk mendapatkan janji dengan perusahaan modal ventura di Silicon Valley.

Ide pertama yang mereka cetuskan bersama adalah jaringan internet untuk rumah tangga, menggunakan internet untuk menghubungkan berbagai peralatan rumah tangga, namun mereka tidak mampu menyimpulkan apakah orang memang membutuhkannya.

Lalu munculah ide tentang televisi, dan tentang bagaimana biasanya para pelanggan televisi kabel harus mengarungi ratusan saluran sebelum menemukan saluran yang ingin mereka tonton. Kemudian muncul solusi yang mereka ciptakan bersama, bernama TiVo, sebuah kotal seukuran vidio yang menggunakan hard drive ala komputer -bukannya sebuah pita video- dan mengkombinasikan dengan pemandu acara televisi melalui koneksi telepon.

 

PELUNCURAN TIVO DAN KELEBIHANNYA

Singkatnya, TiVo Inc didirikan pada tanggal 4 Agustus 1997 sebagai “Teleworld, Inc” oleh Jim Barton dan Mike Ramsay, veteran Silicon Graphics dan Full Service Time Warner Network. Awalnya mereka berniat untuk menciptakan sebuah perangkat jaringan rumah, mereka kemudian mengembangkan ide untuk merekam video digital pada hard disk.

Teleworld, Inc diubah namanya menjadi TiVo Inc pada tanggal 21 Juli 1999. TiVo Inc membuat IPO (Initial Public Offering) pada tanggal 30 September 1999.

Teknologi ini memungkinkan para penggunanya untuk merekam acara dengan menyusuri menu judul dan mengklik pada judul yang mereka inginkan. Kelebihan TiVo yang lain adalah alat ini dapat merekam setiap episode dari satu acara TV favorit. TiVo juga dapat memungkinkan penggunanya untuk mulai menonton acara yang sudah berjalan 15 menit, tanpa diselingi iklan. TiVo juga dapat memutar balik sebuah acara yang disiarkan secara langsung.

USAHA PEMASARAN TIVO

TiVo tidak dengan segera meraup kesuksesan seperti yan diharapkan dari produk cerdas lainnya. Dibutuhkan waktu empat tahun untuk mendapatkan satu juta pelanggan. Untuk mendapatkan jumlah pelanggan yang sebanyak itu, TiVo harus mengakumulasi utang sebesar lebih dari 560 juta dolar AS, dan juga dipaksa untuk memecat 80 dari 350 karyawannya pada April 2001.

Dimasa awal setelah peluncurannya, TiVo menghabiskan jutaan dolar untuk kampanye-kampanye iklan televisi yang cerdas. Tapi tidak menjelaskan fitur-fiturnya secara lengkap.

Strategi yang lebih efektifpun dilakukan. TiVo berusaha menggunakan para pesohor untuk mencoba TiVo dan diharapkan menyebar kabar dari mulut ke mulut. Dan cara ini pun berhasil. David Letterman memuji TiVo di acarnya dan TiVo muncul dalam berbagai episode serial TV “Friends” dan ‘Sex and the City”.

Aliansi pun dilakukan bersama penyedia layanan televisis satelit DirectTV dan perjanjian lisensi dengan berbagai pabrik seperty Sony , Panasonic, dan Thosiba. Berkat hal ini, pelangganpun tumbuh menjadi empat juta orang pada tahun 2007.

Kalangan yang membeli TiVo sering kali jatuh cinta. Menurut perusahaannya, 97 persen penggunanya memberi tahu teman-teman mereka untuk ikut membeli, dan nyaris tidak ada yang membatalkan langgananmereka begitu memulai berlangganan. Michael Powell, Chairman US Federal Communications Commission, menggambarkan alat ini sebagai “Mesin milik Tuhan”.

ANCAMAN BISNIS TIVO MASA MENDATANG

Bahaya bagi TiVo adalah sebenat lagi pasar akan dibanjiri produk-produk sejenis dan perusahaan TiVo harus menghabiskan jutaan dolar untuk mempertahankan hak patennya. Sementara anaman terus datang, TiVo sedang berubah dan berupaya mengubah perusahaan teknologi menjadi perusahaan informasi. TiVo mengerti betul acara-acara TV yang disukai para penggunanya.

RENCANA INOVASI TIVO MASA MENDATANG

Selain usaha dibidang informasi, TiVo mencoba mengembangkan usaha dibidang pengiklanan tertarget. Kesulitan yang dihadapi kebanyakan iklan adalah penayangannya yang tidak tepat sasaran dan terlalu banyak. Dengan memakai informasi pelanggan yang disediakan TiVo, para pengiklan dapat menargetkan pemirsa dengan lebih akurat-mereka akan dapat mengirim iklan tertentu pada kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 100 pemirsa. Ide tersebut didasarkan pada fakta umum bahwa mesin pencari google telahmembuktikan bahwa iklan yang terikat pada minat-minat tertentu jauh lebih efektif.

Di masa depan, para pemirsa TiVo mungkin akan dapat menekan tombol aplikasi untuk mendapatkan informasi tambahan berupa iklan tentang apa yang mereka butuhkan.

%d blogger menyukai ini: