Arsip Blog

JAJANAN LEGENDARIS ANAK SEKOLAH DI JEMBER

TIMEN, JAJANAN LEKER TIPIS  YANG DIGEMARI PELAJAR SD DI JEMBER

JAJANAN LEKER TIMEN

WP_20131025_010(Pedagang Legendaris anak SD, TIMEN)

Namanya Timen. Jajan ini sangat legendaris di kota Jember, minimal bagi anak pelajar SD. Setiap SD kota, atau bahkan terkadang SMP dalam kota, pernah dia samperin. sebelum berangkat ke Thailand, saya masih sempatin mampir ke tempat dia mangkal, dan beli itu jajan. Plus saya ambil dokumentasi pakai kamera HP. Sudah sejak tahun lalu saya ingin membuat dokumentasi tentang jajan ini di blog ini, tapi baru kesampaian sekarang. Uniknya, walaupun sudah jarang ketemu, tapi dia masih ingat nama dan wajah saya. awesome huh?

Dirinya sering mangkal di SD tempat saya belajar dulu. Namanya SD Al-Furqon. Karena SD saya berada di gang sempit dan banyak pedagang lain yang berjualan waktu siang, membuat tempat mangkal dia agak jauh dari pedagang yang lain. Hampir setiap pulang sekolah saya selalu beli jajan ini.

HOW DOES THIS STREET VENDOR FOOD LOOK LIKE?

intinya, jajan ini terbuat tepung yang di campur telur dan sedikit penyedap rasa. Kemudian adonan di kocok hingga semua adonan tercampur. Adonan tadi di masak dalam nampan kecil yang  memiliki bentuk cetakan lingkaran dan sudah di beri minyak sebelumnya. Adonan diletakkan dalam cetakan secara tipis agar cepat matang. Adonan dibolak-balik sekitar 2 kali sebelum kemudian ditiriskan dan dimasukkan kantong plastik dan diberi saos merah atau bumbu penyedap rasa. Plus kalau mau yang special, di setiap cetakan yang sudah diberi adonan ditambahkan telur puyuh.

WP_20131025_007(adonan tepung, telur, dan penyedap rasa)

WP_20131025_011(adonan diletakkan tipis dalam cetakan)

WP_20131025_009(adonan di bolak balik 2 kali sebelum ditiriskan)

WP_20131025_013(yang sudah matang kemudian ditiriskan)

THE PRICE !!

kalau masalah harga sangat terjangkau sekali. Sepertinya orang ini masih pakai harga yang sama sejak pertama kali saya beli beberapa tahun lalu. kalau yang tipis dan biasa, harganya Rp.100 tapi kalau yang special agak berbeda, dulu yang special (*pakai telur puyuh) harganya Rp.300, tapi sekarang berubah jadi Rp. 500. Beli Rp.5000 dijamin sudah kenyang dan bikin yang jualan kualahan. wkwkwk…

TEHNIK MARKETING INDIE

Pada tahun tahun itu (2000-an awal), jajanan semacam ini masih belum ada di Jember, dan dia adalah satu satunya  pedagang yang jual jajanan macam itu. Jelas saja dagangan dia laris keras. apa lagi setiap beli, entah itu beli cuma 100 perak atau 2000 perak, pasti dapat bonus. Ditambah lagi, setiap anak-anak yang mampir dan beli, selalu di kasih salam hangat berupa “tos” or “high-five”. bukan hanya itu, trik dagang yang lebih keren adalah, dia selalu menyebut “bos” ke semua anak yang beli. Masih ingat kata kata khas dari orang ini.

Bunyinya semacam ini : “Sek.. Enteni sek yo bos, tuku piro? 1000? Oyi… Sek sabar, saos pisan opo gak? tambah bonus siji yo? Oyi.. Sip…” 😀

TIMEN DAN KISAH HIDUPNYA

Timen itu sendiri bukan nama aslinya. Sekitar 1 bulan sebelum berangkat ke Thailand, saya penah bertanya nama aslinya, tapi saya lupa. Pemuda paruh baya ini bercerita kalau pertama kali merantau ke Jember dari Solo untuk jualan jajan sekitar tahun 2002. Sebelum itu dia juga sempat kerja serabutan di solo dan  jualan jajan sekolahan di Jember, tapi tidak berhasil hingga akhirnya dia berhasil jualan “jajanan timen” dan jadi terkenal (*minimal  dikalangan anak sekolahan kota Jember). Sampai sekarang, anak-anak sekolahan di Jember familiar dengan nama Jajan Timen, karena sampai sekarang dia belum memberikan nama resmi untuk jajan ini. Anak dan istri dia tinggal di kota Solo, setahun sekali dia pulang ke kampung katannya. Walaupun sudah terkenal dan jajanannya laris manis, tapi dia masih tinggal di kosan sempit sekitar SD Al-Furqon Jember, SD tempat saya belajar dulu. Sudah sekitar belasan tahun dia bekerja seperi  itu, tapi sepeda ontel  sama alat-alat yang dipakai masih kurang lebih sama dengan hari pertama dia berjualan, biar lebih otentik dan unik kata dia ^^

WHERE CAN WE FIND IT ?

Area tempat dia berjualan adalah SD atau SMP sekitar kecamatan Kaliwates dan Sumbersari. Maklum, dia hanya berjualan menggunakan sepeda. Tapi terkadang dia juga berjualan di alun-alun Jember dan tempat ramai lainnya. meskipun tidak  sesering di dua kecamatan tadi.

 JUST TRY IT…

Mungkin ini jajan kelihatan sederhana. Terselip diantara riuh ramainya pedagang lain yang berjejer di depan pintu gerang sekolah. Termakan usia dan kalah saing dengan jajanan-jajanan modern lain. tapi ini jajan telah menjadi saksi dan kisah hidup para anak sekolahan mulai jaman saya hingga kini. Dan mungkin, 10 atau 15 tahun lagi, jajanan semacam ini  akan lenyap dari peredaran.

becoming a sweet, simple, and crunch memories for our joyful childhood. ^^

%d blogger menyukai ini: