GEJALA DEFISIENSI UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO TANAMAN PISANG


GEJALA DEFISIENSI UNSUR HARA PADA TANAMAN PISANG

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tanaman budidaya baik tanaman musiman maupun tanaman tahunan  membutuhkan  nutrisi berupa unsur  hara untuk melakukan aktifitas hidupnya seperti, pertumbuhan, metabolisme, dan bembentukan bunga. Unsur hara tersebut  dapat diperoleh dari dalam tanah maupun diberikan output  dari luar. Unsur hara yang diberikan dari luar memiliki kelebihan yaitu mudah diserap oleh tanaman dan memberikan efek yang cepat dan signifikan, sedangkan unsur hara yang berasal dari dalam tanah memiliki kelemahan yaitu kurang cepat memberikan  dampak bagi tanaman yang  membutuhkan jumlah nutrisi dalam jumlah besar, dalam hal ini adalah tanaman semusim seperti jagung, kentang, tomat, dan padi.

Unsur hara yang dibutuhkan tanaman dapat dibagi menjadi dua kelompok penting, yaitu unsur hara mikro dan makro. Pertumbuhan tanaman dapat  dikatakan  baik jika 17 unsuh hara  baik makro maupun mikro tersebut diberikan pada tanaman dengan proporsi yang tepat. Perbedaan unsur hara mikro dan  makro terletak pada jumlah yang diberikan pada tanaman. Telah diketahui bahwa unsur makro sangat dibutuhkan  oleh  tanaman, namun demikian, unsur  mikro juga sebenarnya dibutuhkan oleh tanaman. Hal tersebut terbukti dengan ditemukannya unsur mikro seperti mangan, seng, besi, boron, natrium, klor, dan silikat pada jaringan tanaman.

Tanaman untuk memenuhi dan menjalani aktifitas hidupnya membutuhkan unsur hara, baik yang makro maupun yang mikro. Jika terjadi kekurangan atau defisiensi unsur hara tertentu, tanaman akan memberikan gejala tidak normal seperti pertumbuhan terhambat,  atau terjadi perubahan warna pada daun dan batang. Gejala tersebut harus diidentifikasi dan dipelajari lebih  mendalam sehingga diketahui  penyebab dari terjadinya sebuah  gejala defisiensi unsur hara. Gejala umum yang sering terjadi ketika tanaman mengalami defisiensi unsurr hara adalah sebagai berikut:

wrwededfcedw

Gambar: skema gejala defisiensi pada daun

Sumber: http://bay.ifas.ufl.edu/newsletters/category/gardening-in-the-panhandle/page/2/

Pada daun dapat diketahui gejala defisiensi unsur hara yang dialami tanaman secara  umum. Tanaman yang mengalami defisiensi N atau nitrogen secara umum memiliki gejala berupa warna tanaman yang berubah menjadi hijau terang, dengan daun bagian  ujung bawah mengalami penguningan dan mengering bewarna coklat. Tanaman yang mengalami defisensi unsur P atau fosfor dapat dilihat dari gejala pada daun berupa munculnya warna hijau tua kemerahan atau ungu. Kekurangan magnesium atau Mg pada tanaman dapat menyebabkan daun tanaman yang berada  pada bagian bawah (dekat dengan pangkal batang) mengalami perubahan warna menjadi warna kuning pada bagian samping dan tetap hijau pada  bagian tengahnya. Tanaman yang kekurangan atau mengalami defisiensi hara potassium atau unsur K memiliki gejala pada daun berupa nekrosis. Khusus untuk defisiensi Magnesium dan Kalium, gejala defisiensi pada daun hanya dapat diketahui pada bagian daun yang dekat dengan  pangkal batang. Kekurangan Sulfur dapat diketahui pada daun. Tanaman yang kekurangan sulfur mengalami perubahan warna kuning pada bagian daun yang masih muda. Tanaman yang kekurangan Fe mengalami gejala pada daun dimana bagian pembuluh atau tulang daun menjadi bewarna kuning atau pucat putih.

            Salah satu tanaman yang mememiliki gejala saat mengalami defisiensi adalah tanaman pisang. Sama seperti tanaman pada umumnya, tanaman pisang juga memiliki gejala defisiensi unsur hara yang lebih mirip. Dipilihnya tanaman pisang adalah dikarenakan tanaman pisang merupakan tanaman yang juga menjadi pensuplay kebutuhan karbohidrat bagi  beberapa penduduk di dunia.

2.1 Tujuan

1. Untuk mengetahui gejala defisiensi unsur hara pada tanaman daun.

II. PEMBAHASAN

2.1 Gejala Defisiensi Unsur Hara pada Tanaman Pisang

DDDDD

2.1.1 Gejala Kekurangan Calsium

index

Gejala kekurangan kalsium atau Ca pada tanaman pisang adalah daun muda menunjukkan klorosis pada daerah tulang daun dan bergerak menuju ujung. Ketika. Kekurangan kalsium menyebabkan “spike daun” gejala di lapangan di mana lamina daun baru rusak atau hampir tidak ada. Selain itu, adanya gejala defisiensi Ca  pada tanaman pisang dapat dilihat pada penebalan tulang daun atau vena daun.

2.1.2 Gejala Kekurangan Nitrogen

d

Tanaman pisang yang mengalami defisiensi nitrogen atau N memiliki gejala  yang nampak pada daun dan petiole. Daun pada semua usia akan menjadi pucat kehijauan, dengan ukuran yang lebih kecil dan usia yang lebih pendek atau dapat dikatakan daun menjadi lebih cepat mati. Petiole menjadi bewarna memar dan pink, serta mengalami pengerutan atau pengkerdilan.

2.1.3 Gejala Kekurangan  Fosfor

sd

            Tanaman pisang yang mengalami gejala kekurangan fosfor memiliki pertumbuhan akar yang tidak optimum serta  pertumbuhan  batang yang kerdil. Selain itu, pada sekitar  bagian vena daun mengalami perubahan warna  menjadi hitam kecoklatan.

2.1.4 Gejala Kekurangan  Kalium

dsds

            Tanaman pisang yang mengalami gejala defisiensi kalium memiliki gejala dimana daun tua berubah warna menjadi warna kuning dan kemudain tanaman menjadi mati. Kurangnya Kalium juga menyebabkan penundaan pada fase pembungaan.

2.1.5 Gejala Kekurangan Magnesium

            Pada tanaman pisang, kekurangan Magnesium ditandai dengan adanya warna kuning pada tengah daun, namun sisi tepi dari daun tetap bewarna hijau.

j

2.1.6 Gejala Kekurangan Zinc

            Gejala kekurangan Zinc sering muncul pada tanah-tanah basa atau ber pH tinggi. Gejala  kekukarangan mikro nutrient Zinc adalah daun muda menjadi lebih kecil ukurannya dan sering tumbuh rapat dan daun muda menjadi lebih lebar. Pada daun yang masing menggulung terdapat pigmen antosianin. Selain itu, buah yang kekurangan unsur Zinc juga menjadi bewarna hijau muda, melintir, pendek, dan tipis.

2.1.7 Gejala  Kekurangan Besi

Sering terjadi pada tanah alkali. Gejalanya nampak pada daun muda yang warnanya berubah menjadi hijau muda, kuning, atau putih pada bagian daun yang dekat dengan pangkal batang.

2.1.8 Gejala Kekurangan Tembaga (Cu)

            Daun menjadi mudah rebah dan menguning. Tanaman mudah terserang jamur dan virus. Ukuran daun menjadi lebih kecil dan  pendek.

2.1.6 Gejala Kekurangan Sulfur     

            Tanaman pisang yang kekurangan unsur S atau Sulphur memiliki gejala pada perubahan warna daun muda menjadi putih. Jika  kekurangan itu berlangsung terus, maka terdapat nekrosis pada tepi daun dan terjadi penbalan pada vena daun.  Kekurangan unsur S juga menyebabkan pertumbuhan tanaman  terganggu dan tandan pisang menjadi lebih kecil.

DAFTAR PUSTAKA

http://tcbanana.blogspot.com/2011/06/

http://www.grin.com/en/e-book/146407/maintaining-and-regaining-soil-fertility-by-organic-methods-in-embu-district

http://bay.ifas.ufl.edu/newsletters/category/gardening-in-the-panhandle/page/2/

Iklan

About @arghyand

interested in sustainable living

Posted on April 14, 2013, in Agriculture and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: