PERKEBUNAN WISATA DAN AIR TERJUN KALI BENDO, BANYUWANGI


AIR TERJUN PERTAMA DALAM HIDUP: AIR TERJUN KALI BENDO BANYUWANGI

BANYUWANGI, KOTA KEDUA SAYA

Banyuwangi bisa dikatakan kota kedua saya. Mayoritas keluarga  saya berdomisili di Banyuwangi, meskipun kebanyakan mereka tidak asli dan berasal dari Banyuwangi. Hampir semua sudut kota Banyuwangi pernah saya kunjungi, atau minimal saya lewati. Tapi semua serasa tidak berkesan,  karena hampir setiap kunjungan ke banyuwangi yang saya lakukan selalu dibarengi keluarga.

Namun semuanya terkesan berbeda pada 24 Desember 2012 lalu. Satu hari menjelang natal, berkat  bantuan teman saya yang juga sekaligus anggota Pecinta Alam, saya mengunjungi Banyuwangi untuk berwisata sendiri. Awal mulanya hanya ingin merasakan atmosfer tidur di rumah teman dalam sehari,  tapi tanpa  planning yang  jelas, pada hari itu juga, teman saya mengajak berkunjung ke Air Terjun Kali Bendo, Banyuwangi.

Perjalanan dari kota Banyuwangi  menuju Air Terjun Kali Bendo  memakan waktu 1 jam. Lokasi air terjun berada di utara kota Banyuwangi, satu  arah dengan lokasi wisata terkenal para turis lokal dan manca, Kawah Ijen.

Foto0586

(Jalan menuju wisata Air Terjun Kali Bend0)

TEMPAT MESUM DAN MASIH PERAWAN

Air Terjun Kali Bendo ini terletak di wilayah perkebunan karet milik PTPN. Dengan tiket masuk 1ooo (karcis parkir) kita sudah bisa menikmati alam di daerah perkebunan plus bonus air terjun dan sungai yang masih jernih. Harganya  yang murah tidak sebanding dengan khitmat alam yang ditawarkan. lokasi yang dekat dengan Pegunungan Ijen menjadikan lokasi ini masih asri dan sejuk. Namun demikian, jalur kelokasi yang  belum sepenuhnya beraspal dan kurangnya promosi menjadikan lokasi wisata ini jarang dikunjungi dan sulit sekali untuk  akses wisata keluarga. Yang saya lihat,  hanya  beberapa  pasangan muda-mudi yang sedang memadupadankan cinta yang sering berada di sana. Informasi yang saya dapat dari teman saya mengatakan bahwa, tempat  wisata Air Terjun Kali Bendo sering digunakan sebagai tempat mesum.

Foto0592

(pintu lokasi Perkebunan Wisata Kali Bendo Banyuwangi)

Setelah memasuki wilayah lokasi wisata, kita tidak langsung dipertemukan dengan air terjun, tapi terlebih dahulu harus melewati jalan setapak dan juga sungai yang masih jernih. Jujur saja, disana masih banyak orang yang buang air langsung dilokasi wisata tersebut.

Foto0596

(di dalam lokasi wisata Kali Bendo, semua masih terasa asri)

Foto0598

(di hulu sungai, kita akan bertemu dengan  air terjun)

24122012(006)

(perjalanan dari hilir sungai ke hulu. di hulu kita akan bertemu dengan air  terjun)

Dari hilir ke hulu, saya dan teman saya wajib menyusuri sungai kurang lebih sejauh 500 meter. Karena sungai tidak terlalu dalam, jadi masih bisa disusuri  tanpa takut terbawa arus atau  tenggelam. Dan, setelah melewati  beberapa tikungan sungai, akhirnya kita  bisa  menemukan air terjun setinggi 6 meter.

Foto0611

(air terjunnya gak indah-indah banget, tapi berkesan buat saya, ini merupakan air tejun pertama saya :p )

Walaupun bukan air terjun terkenal, tapi pengalaman ini tidak akan pernah saya lupakan. Batin saya berharap, dengan adanya tulisan di blog  ini, semua memori dalam hidup saya dapat terekam, walaupun tidak semua, tapi pengalaman dalam hidup akan terlihat berharga ketika saya telah dan diberi kesempatan untuk menginjak usia tua.

Posted on Desember 26, 2012, in Living Me, Sustainable Activity and tagged , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. MINTA NO HP CZ MAU KSANA?????????

    Suka

  2. Informasinya sangat menarik. Nice info. Thx 🙂

    Suka

  3. artikel dan foto-fotonya keren keren boss.. Terimakasih infonya

    Suka

  1. Ping-balik: “WARUNG BU BANDI” BANYUWANGI « SUSTAINABLE.MOVEMENT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: