KRITERIA, CIRI, DAN INDIKATOR PERTANIAN PADA PERKEBUNAN YANG MENGGUNAKAN SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN


KRITERIA DAN CIRI SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN DI AREA PERKEBUNAN

Sumber: Terjemahan dari RainForest Alliance. 2009. Sustainable Agriculure Standard.  www.rainforest-alliance.org

THE SUSTAINABLE AGRICULUTRE NETWORK (SAN)

AND RAINFORES ALLIANCE

            The Sustainable Agriculture Network (SAN) adalah sebuah koalisi mandiri dan non-profit yang berfokus pada peningkatan keberlanjutan selingkung sosial dan selingkung lingkungan.  SAN memiliki banyak anggota. Anggota-angota SAN memiliki tolak ukur atau standar yang sama dalam menerapkan sistem pertanian berkelanjutan. Persawahan yang dapat bergabung dengan SAN adalah pertanian yang menrepakan standar peranian yang telah ditetapkan. Sejak 1992, hampir 800 sertifikat telah dikeluarkan bagi 31.000 persawahan. Persawahan ini juga meliputi sawah kecil dan persawahan skala keluarga. Persawahan yang telah mendapatkan SAN telah berada di 24 negara. Negara tersebut melipui: Argentina, Brazil, Chile, Colombia, Costa Rica, Pantai Gading, Rep. Dominika, Ekuador, El-Savador, Ethopia, Guetamala, Honduras, India, Indonesia, Kenya, Meksiko, Nikaragua, Panama, Peru, Filipina, Tanzania, dan Vietnam. Dalam hal ini, SAN telah memberikan sertifikat bagi hampir 600.000 ha tanah unuk 22 tanaman budidaya. Tanaman budidaya itu diantaranya meliputi: kopi, kakao, pisang, teh, nanas, bunga, daun, dan sitrus.

MISI THE SUSTAINABLE AGRICULUTRE NETWORK.

            SAN meniliki misi untuk meningkatkan keragaman hayati dan perkembangan counitas yang berkelanjutan dengan cara membentuk standar  sosial dam standar lingkungan. SAN  membantu perkembangan  manajemen pertanian secara lebih baik dengan membantu petani unuk memenuhi Standar dari SAN dengan cara memotivasi penjual dan pembeli untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan selingkung sosial.

SAN memiliki misi:

  1. Mengintegrasikan keberlanjutan produksi panen tanaman dan ternak dengan menggunakan strategi lokal untuk konservasi keragaman hayati.
  2. Meningkakan kesadaran petani, penjual, dan pembeli untuk memberikan tanggung jawab mengenai pertanian pertanian berkelanjutan.
  3. Mengarahkan dan memberikan arahan pada para investor mengenai produk yang ramah lingkungan.
  4. Menstimulasi dialog diantara kelompok lingkungan, sosial, dan ekolomimengenai keuntungan pertanian berkelanjutan.

STANDAR THE SUSTAINABLE AGRICULUTRE NETWORK.

Pada tahun 2005, Sustainable Agriculture Network (SAN) menyetujui versi untuk standar yang mengacu pada kriteria sistem pertanian berkelanjutan. 10 prinsip tersebut adalah

  1. Sistem Manajeman Sosial dan Lingkungan
  2. Konservasi Ekosistem
  3. Proteksi Habitat Liar
  4. Konservasi Air
  5. Lingkungan Kerja yang Stabil dan Adil untuk Pekerja
  6. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
  7. Hubungan Komunitas
  8. Integrasi Pengolahan Tanaman
  9. Pengolahan Limbah Terpadu
  10. Pengolahan Konservasi Tanah

SISTEM MANAJEMAN SOSIAL DAN LINGKUNGAN

            Skala dan kompleksitas dari pengoprasian Sistem Manajeman Sosial dan Lingkungan ini tergantung pada tipe tanaman yang ditanam, serta faktor-faktor internal dan eksternal yang meliputi faktor lingkungan dan faktor sosial. Kriteria Manajemen Sosial dan Lingkungan yang sesuai dengan standar SAN dan mengarah pertanian berkelanjutan adalah:

  1. Perkebunan harus memiliki sistem manajemen sosial dan lingkungan yang memiliki kebijakan, program, prosedur yang memenuhi standar nasional.
  2. Perkebunan tanam harus mengimplementasikan aktifitas jangka panjang dan permanen untuk memenuhi standar yang mencangkup beberapa elemen. Elemen tersebut adalah:
  • Mempunyai tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang.
  • Mempunyai daftar aktifitas yang terperinci mengenai waktu pelaksanaan
  • Memiliki pekerja/orang yang memiliki tanggung jawab spesifik untuk menjalankan aktifias.
  • Menciptakan kebijakan dan prosedur untuk memberikan jaminan efisiensi dari aktifitas yang dilakukan sesuai dengan standar.
  • Memiliki denah untuk mengidentifikasi proyek, sarana-prasarana dan area kusus yang  bertujuan untuk hal konservasi dan perlindungan.
  • Memiliki catatan dan rekaman jejak untuk mendemonstrasikan program yang telah dilakukan.
  1. Manajeman pertanian harus menunjukkan komitmen pada sertifikasi dan memenuhi kewajiban yang sesuai dengan standar.
  2. Perkebunan harus menyimpan dokumen dan fasilitas yang diciptakan untuk sistem sosial dan lingkungan.
  3. Mengevaluasi potensi dampak negatif dari aspek sosial dan lingkungan ketika terdapat aktifitas baru di lahan tanam. Hal tersebut termasuk perluasan lahan, pembangunan bangunan baru. Dan perubahan sistem tanam.
  4. Perkebunan harus memiliki proses yang dibutuhkan untuk menindaklanjuti, mengukur, dan menganalisis standar sistem manajemen lingkungan.
  5. Penyedia jasa lahan tanam harus berkomitmen untuk memenuhi standar lingkungan, sosial, dan pekerja.
  6. Perkebunan harus mengimplementasikan sebuah pendidikan dan pelatihan agar menjamin eksekusi manajemen lingkungan sesuai dengan standar.
  7. Kriteria Penting. Persawahan atau lahan tanam harus memiliki sistem unuk menghindari tercampurnya produk yang tidak bersertifikat dan berserifikat.

2. KONSERVASI EKOSISTEM

            Ekosistem alami adalah bagian dari lingkungan pedesaan dan pertanian. Ekosistem alami dalam pertanian memberikan layanan berupa pengankapan carbon, penyerbukan, kontrol hama penyakit tanaman, keragaman hayati, sera konservasi tanah dan air. Kriteria Konservasi Lingkungan yang sesuai dengan standar SAN dan mengarah pertanian berkelanjutan adalah:

  1. Kriteria Penting. Semua ekosistem alami yang ada, baik di air maupun di darat harus diindentifikasi, dilindungi, dan dibenahi melalui program konservasi.
  2.  Kriteria Penting.Lahan Tanam harus menjaga integritas dari ekosistem air dan lingkungan.
  3. Area produksi haru didirikan pada lokasi yang tidak menimbulkan kerugian dan dampak negatif pada taman nasional, hutan lindung, dan daerah hutan.
  4. Menanam dan memanen tanaman atau hewan yang dilindungi dilarang.
  5. Adanya pemisahan lahan produksi dengan ekosistem darat ketika menggunakan input kimia.
  6. Ekosistem air harus di lindungi dari erosi dan pencucian bahan kimia dari tempat produksi.
  7. Perkebunan harus menciptakan dan menjaga buffer hayati yang memisahkan lahan produksi pertanian dengan area manusia.
  8. Jika menggunakan sistem agroforestri, maka diharuskan menjaga keanekaragaman hayati dengan rerata minimal 12 tanaman asli per hectar.

3. PROTEKSI HABITAT LIAR

            Program proteksi habitat liar secara umum berkaitan dengan program yang membatasi pengurangan jumlah hewan yang hampir punah. Lahan tanam yang telah tersertifikasi diwajibkan untuk menjaga lingkungan alam yang memberikan tempat bagi hewan liar untuk mendapatkan makanan atau menjaga lingkungan alam agar hewan liar bisa terus melangsungkan daur regenerasi hidupnya. Kriteria Proteksi Habitat Liar yang sesuai dengan standar SAN dan mengarah pertanian berkelanjutan adalah:

  1. Inventaris mengenai habitat liar di lingkungan lahan tanam harus dibuat dan dijaga.
  2. Ekosistem yang menyediakan habitat bagi habitat liar harus dilindungi.
  3. Kriteria Penting. Berburu dan perdagangan ilegal hewan liar harus di larang di lahan pertanian.
  4. Perburuan di lahan tanam diperbolehkan jika demi tujuan menjaga tradisi lokal boleh dilakukan dengan persyaratan:
  • memperhatikan jenis hewan yang diburu. Hewan yang dalam kondisi punah dilarang.
  • Perburuan tidak merusak ekosistem yang berkelanjutan.
  • Keberlanjutan hidup hewan yang diburu tidak terganggu
  • Tujuan dari perburuan hewan liar tersebut tidak bertujuan untuk kebutuhan komersil.
  1. Perkebunan harus menginventaris daftar hewan liar yang dikurung atau dipelihara. Hewan yang terancam punah tidak boleh di pelihara.
  2. Hewan liar yang diternak atau dikembangkan harus sesuai dengan hukum yang berlaku dan harus diawasi oleh lembaga yang kompeten
  3. Perkebunan yang melepas hewan liar harus di setujui oleh lembaga hukum dan hewan iar eksotik tidak boleh dilepas di lahan pertanian.

4. KONSERVASI AIR

            Air adalah kebutuhan fital untuk pertanian dan keberadaan manusia. Lahan tanam aau sawah yang elah tersertifikasi harus melaksanakan kegiatan untuk melindungi air. Standar ini meliputi pencegahan kontaminasi air dan menjaga dan mengawasi air agar tidak erkontaminasi limbah. Kriteria Konservasi air yang sesuai dengan standar SAN dan mengarah pertanian berkelanjutan adalah:

  1. Lahan tanam atau persawahan harus mempunyai program konservasi air yang memasikan penggunaan sumber daya air. Hal tersebut meliputi perhatian dalam sirkulasi air dan distribusi air yang meminimalkan pemakaian.
  2. Pemakaian air bawah tanah (air yang tidak mengalir di permukaan) untuk area pertanian harus mendapatkan ijin dair pihak yang berwenang (Dinas Lingkungan).
  3. Perkebunan yang menggunakan air irigasi harus menggunakan air irigasi secara wajar dan tidak berlebihan.
  4. Perkebunan harus memiliki perlakuan yang layak pada limbah cair atau air yang telah menjadi limbah sesuai dengan prosedur dari pihak yang berwajib secara legal.
  5. Kriteria Penting.Lahan Tanam atau Persawahan tidak boleh membuang limbah langsung ke dalam air tanpa mengikuti parameter limbah yang bisa dibuang langsung ke air.
  6. Perkebunan yang secara periodik atau terus-menerus membuang limbah ke air harus melakukan monitoring dan pengamatan kualitas air secara kontinu.
  7. Kriteria Penting. Perkebunan tidak boleh membuang limbah pdat baik organik maupun inorganik langsung ke air.
  8. Perkebunan harus melarang pembuatan septic-tank di dekat tempat beradanya air tanah aua aliran air. Septic tank harus dibuat di daerah yang jauh dari tempat penyimpanan air (ground water) dan aliran air.
  9. Jika sistem monitoring dan penilaian kualitas air tidak dapat membuktikan kualitas air, maka dibutuhkan analisis lanjutan yang lebih rumit dan membuuhkan perangkat yang lebih banyak.

5.  LINGKUNGAN KERJA YANG STABIL DAN ADIL UNTUK PEKERJA

            Semua pekerja yang lahan tanaman atau sawahnya telah tersertifikasi oleh SAN mendapatkan keuntungan berupa hak yang sesuai dengan standar International Labor Organization (ILO). Para pekerja juga dimungkinkan untuk berserikat dan bernegosiasi. Karyawan yang bekerja pada industri pertanian yang telah tersertifikasi juam mendapatkan perumahan layak huni dengan fasilitas air bersih. Kriteria Lingkungan Kerja yang Stabil dan Adil untuk Pekerja yang sesuai dengan standar SAN dan mengarah pertanian berkelanjutan adalah:

  1. Lahan tanam atau persawahan harus mempunyai kebijakan sosial yang berkomitmen dalam memenuhi hak hukum bagi para pekerja dengan menggunakan standar internasional.
  2. Kriteria Penting.Perkebunan tidak boleh mendiskriminasikan para pekerja yang meliputi  ras, gender, suku, umur, agama, status sosial. Kebangsaan, kecenderungan politik, status warga negara, dan lain-lain.
  3. Perkebunan tidak boleh meminta uang pada pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan. Perkebunan diwajubkan untuk langsung memperkerjakan para pekerjanya. Setiap kontrak para pekerja wajib diketahui oleh para kekerja supaya tidak terjadi kesalahpahaman.
  4. Perkebunan harus mempunyai kebijakan pembayaran dan prosedur yang memberikan garansi bai para pekerja sesuai dengan yang tertera dalam kontrak.Pihak perkebunan harus memiliki biodata terbaru dari para pekerja yang meliputi:
  • Nama pekerja
  • Deskripsi bidang pekerjaan dan gaji
  • UMR
  • Jam kerja mingguan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.
  • Tanggal pembayaran
  • Gaji kotor pada kerja waktu normal
  • Gaji koor pada kerja lembur
  • Total gaji
  • Gaji pokok yang diterima
  1. Kriteria Penting.Pekerja harus menerima gaji harus menerima gaji diatas UMR.
  2. Para pekerja tidak boleh bekerja melebihi jam kerja. Dengannya rindiannya adalah:
  • Jam kerja tidak boleh melebihi 48 Jam per hari
  • Pekerja harus diliburkan selama 24 jam setelah bekerja 6 hari.
  • Harus mendapatkan libur tahunan selama 12 hari atau 2 minggu dengan mendapatkan gaji ke-13dengan besar minimal setara dengan kerja paruh waktu.
  1. Kerja lembur harus dibayar lebih dari gaji kerja normal.
  2. Perkebunan dilarang keras untuk memperkerjakan pekerja dengan cara paksaaan, sebagai contoh dibawah kekuasaan rezim atau pemberian pekerjaan dengan gaji berupa pembebasan utang.
  3. Perkebunan dilarang untuk mengancam, baik secara fisik maupun emosional pada pekerja.
  4. Para pekerja memiliki hak unuk berserikat dan berkumpul.
  5. Perkebunan berhak memberikan konsultasi dan informasi jika ada perubahan prosedur organisasi perkebunan.
  6. Perkebunan memiliki kewajiban untuk memberikan tempat tinggal yang layak (sementara atau menetap) dengan disain yang layak. Tempat inggal harus memenuhi standar kebersihan dan tempatnya harus berjauhan dengan perkebunan tempat para pekerja bekerja.
  7. Para kekerja harus mendapatkan akses mengenai air bersih.
  8. Para pekerja dan keluarganya harus mendapatkan jaminan kesehatan.
  9. Para pekerja dan keluarganya harus mendapakan garansi pendidikan yang layak.
  10. Para pekerja diperbolehkan membuat sawah keluarga di dekat lingkungan perkebunan namun harus memperhatikan aspek lingkungan dan sosial yang berkelanjutan.

6. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

            Kesehatan dan Keselamatan Kerja sangant perlu dilakukan pada perkebunan yang telah bersertifikat untuk mengurangi resiko kecelakaan pada tempat kerja. Alat kerja harus diusahakan tidak membayakan kesehatan dan nyawa pekerja. Alat kerja dan hasil limbah perkebunan juga tidak boleh merugikan lingkungan sekitar. Kriteria Kesehatan dan Keselamatan Kerja  yang sesuai dengan standar SAN dan mengarah pertanian berkelanjutan adalah:

  1. Perusahaan harus memiliki program kesehatan dan keselamatan kerja yang sesuai prosedur untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja.
  2. Perkebunan wajib memiliki program dan pelatihan permanen dan kontinu mengenai keselamatan kerja untuk memberikan pendidikan dan pengetahuan bagi para pekerja bagaimana cara bekerja dengan baik dan benar.
  3. Para pekerja harus mengetahui cara penggunaan alat kerja agar tidak disalahgunakan dan menjadikan resiko kecelakaan kerja menjadi lebih besar.
  4. Para pekerja yang menangani benda kimia untuk pertanian (agrochemical) harus dilatih minimal dengan prosedur sebagai berikut:
  • Memberikan nama pada alat dan bahan kimia
  • Penggunaan bahan dan pakaian yang menjaga pekerja dari bahaya bahan kimia
  • Mempunyai sistem emergensi dan pertolongan pertama
  • Pemberian teknik penanganan yang tepat bagi para pekerja yang menangani masalah bahan kimia
  1. Para pekerja yang menangani bahan kimia berbahaya wajib menerima madical check-up minimal 1 tahun sekali secara gratis dan para pekerja harus mendapatkan akses untuk mengetahui hasil medical check-up nya.
  2. Para pekerja yang melamar untuk menangani bahan kimia berbahaya harus mendapatkan seleksi berupa seleksi kesehatan fisik dan rohani.
  3. Perkebunan harus membangun tempat yang menyediakan alat yang bertujuan sebagai tindakan keselamatan dan kesehatan kerja. Tempat dan alat tersebut harus mudah diakses oleh semua pekerja.
  4. Perkebunan harus menciptakan standar ketat mengenai tempat penyimpanan bahan kimia dan alat berbahaya dengan tempat kerja.
  5. Perkebunan harus membangun tempat masing-masing untuk menyimpan alat dan bahan secara terpisah sesuai dengan sifat dan karakteristik alat dan bahan yang ada.
  6. Penyimpanan bahan yang berbahaya harus berjarak minimal 20 meter dari lokasi atau tempat penyimpanan alat dan bahan perkebunan yang lain.
  7. Penyimpanan bahan kimia berbahaya hanya diperbolehkan untuk jangka pendek. Penyimpanan bahan kimia yang berbahaya dan jumlah besar dan unuk jangka panjang berpeotensi untuk merusak dan membahayakan lingkungan.
  8. Kendaraan yang  mengangku bahan kimia harus dalam kondisi baik dan sesuai standar.
  9. Kriteria Penting. Alat atau pakaian yang digunakan para perkerja untuk melindungi mereka dari bahaya kimia berbahaya harus ditempatkan dalam gudang yang berbeda dan harus dalam kondisi yang terkontrol.
  10. Pengawas perkebunan khusus wajib memberikan pengawasan setiap 3 jam pada pekerja  dan setiap kegiatan yang berhubungan dengan bahan kimia.
  11. Perkebunan harus mengawasi dan mengetahui daerah mana dan pekerja mana yang paling sering terpapar bahan kimia. Perkebunan juga wajib mengawasi seiap individu yang masuk ke daerah berbahan kimia.
  12. Perkebunan harus memiliki shower (semprotan air) dan tempat ganti pakaian yang higenis bagi para pekerja yang bekerja dalam paparan bahan kimia.
  13. Pakaian yang terpapar bahan kimia tidak boleh dibawa pulang ke rumah oleh para pekerja.
  14. Perkebunan dan para pekerja wajib mengetahui tata cara/prosedur dalam hal menangani keadaan genting/emergensi/darurat dan juga mengetahui penyebab emergensi, apakah berasal dari human eror atau alam.
  15. Perkebunan wajim memiliki alat untuk menangani setiap jenis keadaan yang tidak diinginkan/emergensi.
  16. Perkebunan wajib memiliki prosedur yang didokumentasikan untuk mengangani emergensi.
  17. Perkebunan wajib memberikan proteksi bagi para pekerja dari kondisi iklim dan cuaca yang tidak menguntungkan jika pekerja tersebeut berada di lapang.

7. HUBUNGAN KOMUNITAS

            Perkebunan yang telah terserifikasi harus menciptakan lingkungan sosial yang baik bagi perumahan, serta komunitas sekitar. Perkebunan yang telah tersertifikasi memiliki kewajiban untuk meningkatkan perkembangan ekonomi lokal serta kualitas kehidupan lingkungan sekitar melalui pelatihan dan pemberian lapangan kerja. Kriteria Hubungan Komunitas  yang sesuai dengan standar SAN dan mengarah pertanian berkelanjutan adalah:

  1. Perkebunan wajib menghormati area serta aktifitas masyarakat di sekitar perkebunan yang pening bagi kondisi sosial, budaya, biologi, lingkungan, dan kepercayaan setempat.
  2. Perkebunan harus mematuhi dan dan melaksanakan kebijakan yang secara umum mengakomodasi kepentingan lokal.
  3. Perkebunan harus memperkerjakan penduduk setempat.
  4. Perkebunan wajib berkontribusi dalam peningkatan taraf hidup masyarakat melalui pendidikan, peningkatan kesehatan, ekonomi, pembuatan jalan.
  5. Perkebunan wajib mengadakan penjagaan pada temapt umum penduduk lokal serta berbagi sarana dan prasarana umum dengan penduduk lokal.
  6. Perkebunan wajib memberikan kontribusi pada dunia pendidikan para penduduk lokal yang berada di dekat wilayah perkebunan.

8. INTEGRASI PENGOLAHAN TANAMAN

            SAN menekankan pada peminimalan penggunaan bahan kimia organik sebagai input pertanian. Untuk meminimalkan pemakaian bahan kimia yang berlebihan, perkebunan tang telah tersertifikasi menggunakan berbagai cara semisal tidak menggunakan produk yang paling bersifat racun pada lingkungan. Kriteria Integrasi Pengolahan Tanaman yang sesuai dengan standar SAN dan mengarah pertanian berkelanjutan adalah:

  1. Perkebunan harus menggunakan sistem yang terintegrasi untuk menangani masalah hama-penyakit tanaman melalui vara mekanik, agen hayati, dan meminimalkan penggunaan pestisida.
  2. Perkebunan wajib memiliki data minimal 5 tahun atau maksimal lebih dari 5 tahun yang membuktikan/menunjukkan pemakaian bahan kimia sebagai input.
  3. Perkebunan harus mengimplementasikan prosedur yang menjaga dan menghitung jumlah bahan kimia yang digunakan.
  4. Perkebunan harus mengurangi penggunaan input kimia anorganik.
  5. Kriteria Penting. Perkebunan tidak boleh menggunakan input yang:
  • Bahan kimia yang tidak mendapatkan sertifikasi dari pihak yang berwenang di negara tersebut.
  • Bahan kimia yang dilarang oleh Environtmental Protection Agency (EPA). Persistance Organic Pollutans (POPs).
  1. Perkebunan boleh menggunakan bahan kimia unorganik jika terdapat hama atau penyakit yang menyerang tanaman perkebunan dan akan mengurangi keuntungan ekonomi secara drastis.
  2. Kriteria Penting. Perkebunan harus menghindari dari penanaman tanaman organik.
  3. Perkebunan hanya diperbolehkan menggunakan tindakan fumigasi pada saat post-harvest/pasca panen untuk meminimalisir bahaya yang akan diberikan pada lingkungan.

9. PENGOLAHAN DAN KONSERVASI TANAH

            Salah satu tujuan diadakannya pertanian berkelanjutan adalah untuk meningkatkan kualitas jangka panjang dari tanah. Hal tersebut karena tanah sangat berperan penting sebagai media tanam mayoritas tanaman budidaya. Kriteria Pengolahan dan Konservasi Tanah yang sesuai dengan standar SAN dan mengarah pertanian berkelanjutan adalah:

  1. Perkebunan harus meminimalisir kejadian erosi tanah.
  2. Perkebunan wajib memiliki program pemupukan yang sesuai dengan karakteristik tanah.
  3. Penggunaan pupuk organik dan non organik dapat digunakan dengan memperhatikan efek yang diberikan pada lingkungan.
  4. Perkebunan harus menggunakan tanaman cover-crop yang mencegah tanah dari erosi.
  5. Perkebunan harus memciptakan sistem bera(lahan tanam yang tidak ditanami secara periodikal masa tanam) guna menjaga kestabilan, kesuburan, dan memutus rantai hama-penyakit tanaman.
  6. Pembakaran langsung lahan yang telah dipanen idak dianjurkan.
  7. Kriteria Penting.Pengalihfungsian lahan hutan baik dengan cara dibakar atau dengan cara lainnya tidak diperbolehkan. Tanah baru yang digunakan untuk perkebunan harus memiliki lingkungan, iklim, dan kondisi tanah yang sesuai dengan tanaman budidaya perkebunan yang akan ditanam.

10. PENGOLAHAN LIMBAH TERPADU

            Pada pertanian berkelanjutan, terdapat program untuk mengelola limbah melalui penggunaan kembali, penggunaan kembali, dan pendaurulangan. Perkebunan yang bersertifikat harus menerapkan sistem pengolahan limbah secara terpadu.  Kriteria Pengolahan Limbah Terpadu yang sesuai dengan standar SAN dan mengarah pertanian berkelanjutan adalah:

  1. Perkebunan wajib menerapkan sistem pengolahan limbah terpadu yang meiluti 3R yaitu, Recyle, Reuse, Reduce.
  2. Penggunaan tempat pembuangan limbah yang terbuka dan terpapak lingkungan sekitar serta perlakuan limbah secara dibakar tidak diperbolehkan.
  3. Tempat pembuangan sementara limbah yang semi-olah harus dibuat dengan memperhatikan efek pada lingkungan.
  4. Perkebunan diwajibkan tidak memberikan limbah pertaniannya pada pihak yang tidak berwenang. Pemberian limbah pada pihak lain harus mendapatkan verifikasi dan pengawasan agar limbah yang telah ditranferkan tidak digunakan atau diolah dengan cara yang membahayakan kesehatan dan lingkungan.
  5. Lahan Perkebuan harus steril dari limbah untuk memberikan kesan steril, bersih, dan memberikan kontribusi pada kesehatan pekerja.

Posted on Oktober 2, 2012, in Agriculture and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: