MANAJEMEN USAHA PERTANIAN: TANAH


PENGELOLAHAN TANAH DAN KLASIFIKASI JENIS TANAH DI INDONESIA

PERTEMUAN I

1.1 PENGERTIAN MANAJEMAN USAHA PERTANIAN

            Manajemen Usaha Pertanian berkaitan dengan pengolahan Sumber Daya Lahan, input, output, dan manusia. Manajeman Usaha Pertanian berkaitan dengan Sumber Daya Alam yang ada.  Manusia memiliki peran yang penting dalam mengelolanya.

 1.2 HAL YANG DIPELAJARI DALAM MANAJEMAN USAHA PERTANIAN

Manajeman Usaha Pertanian akan mempelajari tentang

            -tanah dan aspeknya

            -sumber air dan irigasi

            -kesesuaian lahan

            -cara pemupukan dan pupuknya

1.3 PENGERTIAN TANAH

  • Tanah merupakan tubuh alam bebas yang mampu menumbuhkan tanaman yang terjadi dari proses pembentukan tanah dalam kurun waktu yang lama.
  • Lahan adalah sebidang tanah yang memiliki batasan
  • Lanskap merupakan bentangan lahan. Contoh; kaliwates hingga pantai.

1.4 FUNGSI TANAH

Fungsi tanah adalah untuk:

            -Produksi tanaman

            -Hidrologi

            -Siklus hara

            -Keragaman hayati

            -Kepeningan ekonomi dan sosial

1.5 FUNGSI TANAH DALAM DUNIA PERTANIAN

            Pada Manajeman Usaha Pertanian, mengetahui karakteristik tanah, mengetahui biaya produksi adalah sangat penting.

            Manajemen Usaha Pertanian tergantung pada kondisi lingkungan.

1.6 KARAKTERISTIK TANAH

Karateristik tanah contohnya adalah:

-Gambut

-Kapur

-Mineral

1.7 SUMBER DAYA LAHAN DI DUNIA PERTANIAN

Sumber daya lahan dalam Manajeman Usaha Pertanian harus diperhatikan. Sumber daya lahan tersebut berupa

Stabil               :Iklim, Relief

Agak Stabil     :Air, Tanaman

Tidak Stabil     :Tanaman

Kesemua sumber daya lahan tersebut dipengaruhi oleh manusia.

1.8 PENGENDALIAN SUMBER DAYA LAHAN

Manusia dapat mengendalikan iklim dengan cara:

            -forcasting

            -hujan buatan

            -green house

Cara ini dilakukan untuk beradaptasi

Manusia dapar merubah tanah dengan cara:

            -merubah bahan organik tanah

            -merubah bentuk tanah: dari tanah tegalan menjadi tanah sawah

Manusia dapat merubah air dengan cara:

            -mengendalikan kualitas

            -distribusi

            -konsentrasi

PERTEMUAN II

1.1 TANAH

Jenis-jenis tanah

Tanah Tua                   : Oxisol dan Ultisol

Tanah Muda                : Entisol

Tanah Umur Sedang   : Inceptisol

1.2 KLASIFIKASI TANAH

1. Alfisol –> disingkat: Alf
2. Aridisol –> disingkat: Id
3. Entisol –> disingkat: Ent
4. Histosol –> disingkat: Ist
5. Inceptisol –> disingkat: Ept
6. Mollisol –> disingkat: Oll
7. Oxisol –> disingkat: Ox
8. Spodosol –> disingkat: Od
9. Ultisol –> disingkat: Ult
10. Vertisol –> disingkat: Ert

 

Penyebaran tanah di dunia

Diketahui bahwa tanah di Indonesia didapati tanah Vertisol

1.3 PENJELASAN MASING-MASING KLASIFIKASI TANAH

Alfisol:
Tanah yang termasuk ordo Alfisol merupakan tanah-tanah yang terdapat penimbunan liat di horison bawah (terdapat horison argilik)dan mempunyai kejenuhan basa tinggi yaitu lebih dari 35% pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah. Liat yang tertimbun di horison bawah ini berasal dari horison di atasnya dan tercuci kebawah bersama dengan gerakan air. Padanan dengan sistem klasifikasi yang lama adalah termasuk tanah Mediteran Merah Kuning, Latosol, kadang-kadang juga Podzolik Merah Kuning.

-Merupakan tanah yang berasal dari daerah berbatu kapur

-Merupakan tanah yang subur

-Sering digunakan dalam bidang pertanian

-KTK tinggi, sehingga kualitas tanah basah

-Tanah subur, kejenuhan basa hingga 80%

-Horison B bernama argilik,

-Sifat tanah ini adalah lempung. Sehingga tanah ini digunakan untuk gerabah.

Tanah Alfisol cocok untuk pertanian

Aridisol:
Tanah yang termasuk ordo Aridisol merupakan tanah-tanah yang mempunyai kelembapan tanah arid (sangat kering). Mempunyai epipedon ochrik, kadang-kadang dengan horison penciri lain. Padanan dengan klasifikasi lama adalah termasuk Desert Soil.

 

 aridisol

 Entisol

            Entisol merupakan tanah yang dapat dibagi menjadi dua, yaitu Vlufent dan Sament. Tanah Vlufent merupakan tanah yang berasal dari endapan lumpur di sungai. Ciri tanahnya berlapis lapis. Sedangkan tanah Sament merupakan tanah yang berasal dari endapan gunung api. Bentuk tanahnya berupa pasiran.

 

Tanah ini baik untuk tanaman umbi-umbian, karena tanahnya ringan dan mudah diolah.

Andisol:

            Tanah Andisol adalah tanah yang berwarna hitam kelam, sangat porous, mengandung bahan organik dan lempung tipe amorf, terutama alofan serta sedikit silika, alumina atau hodroxida-besi. Tanah yang terbentuk dari abu vulkanik ini umumnya ditemukan didaerah dataran tinggi (>400 m di atas permukaan laut). Andisol adalah tanah yang berkembang dari bahan vulkanik seperti abu vulkan, batu apung, silinder, lava dan sebagainya, dan atau bahan volkanik lastik,yang fraksi koloidnya didominasi oleh mineral “Short-range order” (alofan, imogolit, ferihidrit) atau kompleks Al-humus.

            Dalam keadaan lingkungan tertentu, pelapukan alumino silikat primer dalam bahan induk non-vulkanik dapat menghasilkan mineral “Short-range order”, sebagian tanah seperti ini yang termasuk dalam Andisol. Bahan induk tanah penting dalam mendeterminasi karakteristik tanah. Bahan induk dianggap sebagai pembentuk tanah yang penting oleh para perintis pedologi. Oleh karena itu tidak mengherankan kalau klasifikasi tanah dan survei tanah pada masa itu didasarkan pada bahan induk, sehingga tanah-tanah diberi nama andesit, abu vulkan dan sebagainya (Hardjowigeno, 1993). Andisol merupakan tanah-tanah mineral dimana fraksi aktifnya dicirikan oleh bahan-bahan amorf (minimal 50%). Tanah-tanah ini mempunyai kapasitas sorpsi tinggi, kandungan bahan organik yang tinggi, bulk density rendah, dan bersifat tidak lekat atau lengket. Mempunyai duripan, terletak dari 25 cm sampai 1 meter di dalam tanah.

 

(profil tanah andisol, bewarna hitam dan lengket karena mengandung minyak)

-Hampir sama seperti tanah alfisol, hanya saja  tanah andisol mengandung amorf.

-Tanah andisol terasa berminyak

-BV ringan

-Warnah hitam, suburm gembur, tidak lekat.

Histosol:
Tanah yang termasuk ordo Histosol merupakan tanah-tanah dengan kandungan bahan organik lebih dari 20% (untuk tanah bertekstur pasir) atau lebih dari 30% (untuk tanah bertekstur liat). Lapisan yang mengandung bahan organik tinggi tersebut tebalnya lebih dari 40 cm. Kata Histos berarti jaringan tanaman. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Organik atau Organosol.

 

(lahan gambut sering dilihat di daerah Kalimantan)

-Lebih dikenal dengan tanah gambut

-Memiliki kandungan bahan organik (BO) tinggi

-Tanah sangat jenuh air

-pH tanaman rendah

-Drainase jelek

-Tanah ini miskin unsur hara

Inceptisol:
Tanah yang termasuk ordo Inceptisol merupakan tanah muda, tetapi lebih berkembang daripada Entisol. Kata Inceptisol berasal dari kata Inceptum yang berarti permulaan. Umumnya mempunyai horison kambik. Tanah ini belum berkembang lanjut, sehingga kebanyakan dari tanah ini cukup subur. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Aluvial, Andosol, Regosol, Gleihumus, dll.

-Inseptisol merupakan tanah yang muda.

-Merupakan tanah yang masih dapat berkembang menjadi tanah tua.

-Tanah ini mengisi sekitar 60% tanah di Indonesia.

 

Mollisol:
Tanah yang termasuk ordo Mollisol merupakan tanah dengan tebal epipedon lebih dari 18 cm yang berwarna hitam (gelap), kandungan bahan organik lebih dari 1%, kejenuhan basa lebih dari 50%. Agregasi tanah baik, sehingga tanah tidak keras bila kering. Kata Mollisol berasal dari kata Mollis yang berarti lunak. Padanan dengan sistem kalsifikasi lama adalah termasuk tanah Chernozem, Brunize4m, Rendzina, dll.

-Subur

-Hitam

-pH netral

-Bahan induk berupa kapur

-Daerah Maluku

-Solum dangkal

-Curah Hujan rendah.

Oxisol:
Tanah yang termasuk ordo Oxisol merupakan tanah tua sehingga mineral mudah lapuk tinggal sedikit. Kandungan liat tinggi tetapi tidak aktif sehingga kapasitas tukar kation (KTK) rendah, yaitu kurang dari 16 me/100 g liat. Banyak mengandung oksida-oksida besi atau oksida Al. Berdasarkan pengamatan di lapang, tanah ini menunjukkan batas-batas horison yang tidak jelas. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Latosol (Latosol Merah & Latosol Merah Kuning), Lateritik, atau Podzolik Merah Kuning.

 

Sebaran tanah oksisol di dunia, beberapa terdapa di Indonesia (Kalimantan)

 

Baik untuk budidaya mangga, nanas, dan sawit

-Baik untuk tanaman nanas, mangga, dan buah-buahan manis lain

-Tanah bewarna merah

-Tanah merupakan dominasi oksida

-Lempung

-BV berat

-Tanah merupakan tanah pasiran.

Spodosol:
Tanah yang termasuk ordo Spodosol merupakan tanah dengan horison bawah terjadi penimbunan Fe dan Al-oksida dan humus (horison spodik) sedang, dilapisan atas terdapat horison eluviasi (pencucian) yang berwarna pucat (albic). Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Podzol.

 

Profil tanah spodosol yang ditumbuhi tanaman konifer

-Vegeasi konifer

-Spodic adalah tanah dengan kandungan besi dan alumunium yang mendominasi

-Berada pada suhu dingin

-Kering

-Tanah berupa tanah pasiran

Ultisol:
Tanah yang termasuk ordo Ultisol merupakan tanah-tanah yang terjadi penimbunan liat di horison bawah, bersifat masam, kejenuhan basa pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah kurang dari 35%. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Podzolik Merah Kuning, Latosol, dan Hidromorf Kelabu.

-pH tanah rendah

-tanah yang tidak subur

-warna tanah merah

-berada pada daerah tropika basah

-pengolahan yang mudah adalah menggunakan bahan organik atau BO

Vertisol:
Tanah yang termasuk ordo Vertisol merupakan tanah dengan kandungan liat tinggi (lebih dari 30%) di seluruh horison, mempunyai sifat mengembang dan mengkerut. Kalau kering tanah mengkerut sehingga tanah pecah-pecah dan keras. Kalau basah mengembang dan lengket. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Grumusol atau Margalit.

 

Tanah vertisol memiliki sifat mudah menggumpal ketika kering

-bertipe lempung 2:1

-bisa mengembang dan mengkerut

-kadar lempung 30%

-KTK tinggi, subur

-konsistensi sangat kering

-tanah terdapat pada daerah musim kemarau

-Berada di daerah yang posisi daerahnya rendah (300 dpl)

-tanah subur

-warna tanah hitam

-pengolahan tanah susah, sehingga petai daerah Ngawi dapat mengolah tanah hanya pada musim hujan.

Posted on Oktober 1, 2012, in Agriculture and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. thanks atas infonya bang,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: