PENERIMA PATEN PEMBUATAN METANOL UNTUK BAHAN BAKAR GAS


 FAKTA UNIK DIBALIK PENEMUAN METANOL 

NEW ZEALAND (SELANDIA BARU), NEGARA PEMBUAT METANOL TERBESAR

Pada tahun 1986 sebuah pabrik di Pulau Utara New Zealand mulai memproduksi bensin dari gas alam. Dengan operasinya yang berhasil, pada awal awal abad 21, New Zealand telah mencapai kira-kira 50% swasembada bahan bakar cair. Keberhasilan dari Negara New Zealand adalah karena negara ini mampu mengubah metanol menjadi bensin. Ini menjadikan New Zealand atau Selandia Baru sebagai salah satu negara yang memproduksi dan menyuplai metanol menjadi bensin terbesar di dunia.

PENERIMA PATEN PEMBUATAN METANOL UNTUK BAHAN BAKAR GAS

Keberhasilan langkah metanol menjadi bensin adalah hasil langsung dari penemuan secara kebetulan oleh para ahli kimia penelitian dari Mobil Oil Company. Jurnal Chemical and Engineering News edisi 22 Juni 1987 memuat sebuah cerita sampul tentang pabrik yang mengubah metana menjadi bensin yang baru di New Zealand. Dalam sebuah surat yang ditujukan ke jurnal yang sama pada edisi 2 September 1987, William H. Lang,  seorang ahli kimia penelitian yang telah pensiun, mengingat kembali penemuan itu. Ia menulis bahwa pada tanggal 10 Maret 1972 ia dan Clarence Chang sedang mencoba untuk membuat neopentana  dari isobutana dan metanol dengan menggunakan katalisator silika-amonia yang berbentuk kristal yang diberi nama ZSM-5 (isobutana mempunyai rumus C4H10). Baik William H. Lang dan Clarence Chang merupakan pemegang hak paten dari proses pembuatan metanol sebagai bensin. Berikut situs yang membuktikannya : http://www.google.com/patents/US4025576

logo Mobil Oil Company

PROSES PEMBENTUKAN BENSIN DARI METANOL

Proses kimia yang digunakan dalam langkah pertama produksi bensin dari gas alam, adalah mengubah metana (CH4), yang merupakan komponen utama dari gas alam menjadi metanol (CH3OH), juga dikenal sebagai metil alkohol atau alkohol kayu. Langkah kedua adalah mengubah metanol menjadi bensin, yang merupakan campuran hidrokarbon dengan ukuran-ukuran molekul dalam kisaran antara C6 sampai C12 dan zat yang mudah menguap dalam kisaran yang tepat untuk mesin mobil. Lahkah ini tampaknya lebih rumit daripada yang pertama, yang hanya menambah satu atom oksigen kesebuah molekul metana, tetapi yang mengherankan, ternyata langkah ini tidak rumit. Sebenarnya, keberhasilan jangka panjang dari proses itu mungkin tergantung pada perbaikan dalam langkah pertama untuk mengurangi beban biaya, dan perbaikan seperti itu dapat berasal dari penemuan katalisator industri yang dapa meniru perubahan enzimatik yang digunakan oleh bakteri.

Sumber: Royson M. Roberts. Serendipity, Accidental Discoveries in Science. 2003. John Wiley & Sons, Inc

Posted on September 22, 2012, in Asal-Usul, Science and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: