ASAL MULA DITEMUKANNYA IODIN


BERNARD COURTOIS, PENEMU UNSUR IODIN

Iodin adalah unsur yang secara kimiawi berkaitan dengan klorin. Iodin bersifat sebagai disinfektan jika berada di dalam larutan yang mengandung alkohol.  Bernard Courtois adalah orang pertama yang menemukan Iodin secara tidak sengaja.

Courtois dididik untuk menjadi ahli kimia, tetapi setelah beberapa tahun belajar dan melakukan penelitian di Sekolah Politeknik di Paris. Ia memutuskan untuk mengikuti jejak ayahnya dan mendirikan sebuah pabrik salpeter di dekat Paris pada tahun 1804. Usahanya berkembang karena Napoleon membutuhkan salpeter (potasium nitrat NaNO3) untuk membuat amunisis/ Komponen potasium dari salpeter dihasilkan dari abu kayu, dan nitrat dihasilkan dari zat yang terdapat pada sayuran yang membusuk.

https://i0.wp.com/2.bp.blogspot.com/_lyljtlOs8b8/TB8IaXmjJWI/AAAAAAAAADo/K0oXGSdUUF4/s1600/bernard_courtois.gif

foto Bernard Courtois

IODIN, DITEMUKAN PADA GANGGANG LAUT

Dalam usaha mencari sumber potasium yang murah, Courtois menemukannya di ganggang laut yang terdampar di pesisir Atlantik di Prancis. Dari waktu ke waktu tong yang digunakan untuk menyuling potasium dari ganggang laut menghasilkan endapan yang harus dibersihkan dengan asam. Suatu hari pada tahun 1811 ketika asam yang lebih kuat dari biasanya digunakan untuk membersihkan tong, muncullah pemandangan yang mengejutkan. Pemandangan tersebut adalah terdapat sebuah asap lembayung muncul dari tong dan,ketika asapa tersebu berhubungan langsung dengan permukaan dingin, muncul endapan kristal logam berwarna gelap. Courtois menyadari bahawa sesuatu yang sangat luar biasa telah terjadi, dan dia mengumpulkan beberapa kristal aneh ini untuk pengujian lebih lanjut.

Ia menemukan bahwa kristal-kristal tersebut tidak akan bereaksi dengan oksigen tetapi akan bereaksi dengan hidrogen dan fosfor. Zat-zat tersebut bersama dengan amonia membentuk senyawa yang mudah meledak. Karena kesibukannya dalam berbisnis dan kurangnya fasilitas laboratorium, Courtois tidak melanjutkan penelitiannya, tetapi mengalihkan ke dua temannya di Polytechnal Institute di Paris,  mereka adalah, C. Desormes dan N. Clement. Kedua ahli kimia ini menjelaskan bahan baru yang menarik yang diperoleh dari ganggang laut di dalam makalahnyayang diterbitkan di bulan Desember 1813.

Pada aat itu, Sir Humphry Davi kebetulan sedang berada di Paris dan Clement memeberinya eberapa zat misterius itu. Ketika Joseph dan Lois Gay-Lussac (salah satu ahli kimia paling terkenal di Prancis) mendengar hal ini) segera menemui Courtois dan mendapatkan sampel dari kristal-kristal tersebut. Setelah melakukan penelitian cepat dan intensif, Gay Lussac mengumumkan bahwa ia telah menemukan sebuah unsur baru. Nama baru yang diusulkan adalah Ioda. Ioda dalam bahasa Yunani berarti lembayung. Namun, Courtois lebih seka memberi nama itu dengan akhiran –ine agar sesuai dengan nama kimia dari saudara sepupunya chlorine (Cl).

Untuk memahami penemuan iodin yang terdapat pada ganggang laut, Anda perlu tahu bahwa air laut mengandung garam lain disamping sodium clorida. Garam tersebut antara lain, sodium iodida dan ptasium iodida, meskipun garam tersebut tadi jumlahnya sangat sedikit. Garam beriodin menjadi meningkat melalui proses kimia yang terjadi pada ganggang laut. Ketika ganggan laut dibakar, kosentrasi garam menjadi lebih meningkat melalui proses biokimia yang terjadi pada ganggang laut. Asam yang digunakan Courtois untuk membersihkan tong tampaknya mengubah garam beriodin menjadi iodin dasar. Iodin dasar tersebut berubah menjadi uap yang bewarna lembayung  (warna senja) karena bereaksi dengan asam.Uap yang bewarna lembayung tersebut segera menjadi kristal keika bertemu dengan suhu udara yang lebih dingin.

https://i0.wp.com/1.bp.blogspot.com/_lyljtlOs8b8/TB8KB_cI0oI/AAAAAAAAAEA/bbrYsljyaZc/s1600/yodium.jpg

kristal iodin

IODIN SEBAGAI OBAT GONDOK

Meskipun penemuan unsur baru cukup menajubkan pada tahun 1813, terapan praktis yang penting tidak menunggu terlalu lama. Pada tahun 1820, Jean Francois Coindet, seorang ahli fisika di Jenewa menduga bahwa unsur baru yang ditemukan pada gangan laut tersebut pasti adalah zat yang samadengan zat yang terdapat paa abu bunga karang dan telah diketahui untuk mengobati penyakit gondok. Analisis tentang abu bunga karang menunjukkan bahwa bunga karang mengadung iodin dan Coindet kemudian mengemukakan bawa iodin yang berasal dari gangang laut dapat digunakan untuk mengobati gondok, atau hipertioidisme.

Gondok adalah penyakit yang disebabkan oleh makanan yang kekurangan iodin. Biosintesis dari hormon tiroksin di dalam kelenjar gondok memerlukan iodin. Tiroksin mengontrol kecepatan berbagai reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh. Umumnya semakin banyak tiroksi, semakin cepat tubuh bekerja. Jika makanan kekurangan Iodin, kelenjar gondok membesar untuk menghasilkan lebih banyak tiroksin guna mengganti iodin.

Sumber: Royson M. Roberts. Serendipity, Accidental Discoveries in Science. 2003. John Wiley & Sons, Inc

Posted on September 22, 2012, in Asal-Usul, Education and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Indah avhia izha

    Menurut pendapat kami. Iodin merupakan salah satu anti septik dari golongan halogen senyawa ini merupakan kompleks antara iodin dengan polivinilpirolidon.

    *Kegunaan iodin sebagai pembawa dan pelarut iodin golongan ini berdaya aksi dengan cara oksidasi, Namun tidak efektif untuk membunuh beberapa jenis bakteri gram positif & ragi.

    Sekian untuk pendapat kami. Wasalamualaykum wr.wb.

    #TERIMA KASIH#

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: