PERTANIAN OH… PERTANIAN


sebuah perjalanan panjang untuk memilih dunia pertanian, yang nantinya akan saya ceritakan, tertulis maupun tidak tertulis kepada kepala program BEASISWA UNGGULAN pertanian UNEJ.

TENTANG DIRI SAYA

 

Sebelum saya menyatakan –atau lebih tepatnya mengungkapkan isi hati bekenaan dengan Beasiswa Unggulan yang saya dapat 2 hari lalu, perkenankan saya untuk menceritakan sedikit tentang perjalanan hidup saya. Lahir sebagai putra sekaligus anak pertama dari 3 bersaudara, membuat saya secara tidak langsung dibentuk sedemikian rupa untuk menjadi panutan bagi 2 saudara saya yang lain –walaupun tidak semua harapan yang
diamanatkan, saya kerjakan dengan baik.

SMA DENGAN CIVITAS AKADEMIKA TER-BAIK

Singkatnya, perjalanan hidup saya selama kurang lebih 19 tahun ini –khususnya di dunia pendidikan– puji syukur selalu mendapatkan yang terbaik. Tidak semua remaja ataupun anak di negeri ini, bisa mendapatkan fasilitas belajar yang layak di sekolah, karena hanya sebagian kecil sekolah yang menurut saya bisa dikatakan layak untuk sarana belajar mengajar dan mencari ilmu.

Dengan latar belakang status pendidikan saya, sedikit banyak telah mempengaruhi pola berfikir saya atas kearifan hidup. Civitas Akademika tempat saya belajar menuntut saya untuk selalu bekompetisi dalam mencari ilmu. Ilmu bagaikan harga mati yang tidak bisa ditawa dengan apapun, terlebih, demam ilmu gancar melanda otak saya, ketika saya telah duduk dibangku sekolah menengah atas.

MINIM  PRESTASI

Tiga tahun sebelumnya, sama seperti teman sekolah yang lain, saya ingin melanjutkan studi perguruan tinggi pada Universitas ternama di negeri ini. Saya pikir, hal itu bukan mustahil adanya, karena 3 tahun lalu, saya masih memiliki waktu 3 tahun pula untuk belajar. Namun harapan terkadang tidak sesuai asa, 6 semester mecari ilmu, prestasi harian saya di sekolah tidak terlalu baik, bahkan hanya terhitung satu kali saya bisa menembus jajaran 20 terbaik kelas. Namun saya tidak pernah berhenti belajar, tidak pernah berhenti untuk memperkaya diri saya dengan ilmu. Semakin saya belajar, semakin banyak muncul pertanyaan dan ketidakpuasan dibenak saya.

DIE IN HONOUR

Konsekwensi dari nilai saya yang bisa dikatakan medioker hampir menjadikan harapan di pelupuk mata lenyap. Hampir semua jenis beasiswa gagal saya ikuti, karena minimnya nilai. Satu  satunya harapan yang logis  adalah mengikuti tes tulis. Saya sangat merasa mampu jika mengikuti tes tulis, saya tau bena kemampuan saua di bidang akademik. Minim prestasi di SMAN 1 Jember tidak semuanya bisa dialamatkan pada otak saya. SMAN 1 Jember adalah gudang prestasi. Ada puluhan anak berkemampuan di atas rata-rata disana. Bagaikan kalah terhormat, minim prestasi disana bukan berarti saya tidak memiliki kompetensi yang mumpuni, mengejar ilmu bersama siswa giat dan pintar lainnya –walaupun pada akhirnya kalah– bisa dijadikan suatu kebanggaan sebagi sarana mengasah otak dan membentuk SDM pribadi yang mampu berdaya saing.

BAGAIKAN MENELAN LUDAH SENDIRI (PERTANIAN BUKAN PRORITAS JURUSAN)

Pada awal saya bersekolah di SMAN 1 Jember, UNEJ bukan menjadi prioritas dalam memilih studi lanjutan saya –bahkan bukan termasuk prioritas terakhir. Namun apa dikata, bagaikan menelan ludah sendiri, akibat iming-iming satu tahun studi lanjutan di Thailand, paradigma saya tentang memilih jurusan berubah. Sebelum ini, jurusan IPA bukan menjadi tujuan awal, jurusan sosial adalah target utama saya, namun seperti yang saya katakan di awal, semuanya berubah.

PROSPEK PERTANIAN DI MASA DEPAN

            Hampir setiap hari, negeri elok nan eksotis ini ditutupi oleh kabut kelam kalut-malut dunia politik nasional,serasa rakyat tidak memiliki harapan untuk hidup. Berita politik yang tesebar di media cetak dan elektronik telah menutup wawasan ilmu dan informasi lain untuk para penduduk negeri ini. Ketika dunia internasional telah merencanakan MDGs -nya  (Mellenium Development Goals), orang berkuasa di negeri ini masih berfikir masalah politik dan uang kotor. Cara pandang mereka, alhasil mempengaruhi cara pandang warga negaranya. Warga negara Indonesia dibentuk untuk berfikir praktis, berfikir untuk sekarang, dan hidup untuk sekarang, tanpa memperhatikan dampaknya dimasa depan.

Cara berfikir praktis kebanyakan penduduk negeri ini menyebabkan mereka dan kita lupa akan kalangsungan hidup di masa mendatang. Mungkin untuk sekarang, pertanian masih dianak tirikan oleh sebagian orang, namun 2 dekade mendatang, dimana masalah lahan, masalah penduduk, masalah polusi dan ketersedian pangan mulai mencuat, sektor petanian memainkan peran penting untuk mengatasi satu atau seluruh masalah pokok dimasa depan.

Sektor pertanian, jika dikelola sungguh-sungguh –dimulai dari tenaga dan sumber daya yang terampil dan mau untuk terjun dan mengabdi pada sektor ini, akan memberikan sumbangsih yang besar untuk masalah global ini, karena pertanian bukan hanya sebagai ilmu pelengkap dari ilmu lain, lebih dari itu, sektor pertanian adalah sebagai ilmu yang menompang kebutuhan dasar manusia, yaitu kebutuhan dasar akan bahan pangan dan lahan tempat tinggal.

HARAPAN UNTUK JEMBER DAN KOMODITAS UNGGULAN PERTANIANNYA

            Baru setelah Pengumuman resmi atas diterimanya saya sebagai mahasiswa fakultas pertanian Progam Beasiswa Unggulan beberapa hari lalu, sadar saya tergugah akan potensi yang dimiliki kota Jember. Kakao dan Kopi mungkin bukan satu-satunya, sehingga tumbuh rasa penasaran saya akan kota tempat saya lahir dan tinggal ini. Jika diberi ijin dari Tuhan, 3 tahun studi di kota sendiri bisa memberikan waktu cukup lapang bagi saya untuk mengeksplor daerah yang dinamis ini. 😀

Saya yakin betul, tidak semua penduduk Jember –termasuk saya dahulu sebelum mengikuti Program Beasiswa Unggulan– mengetahui bahwa kakao Jember telah di dengar dan diakui komunitaas global. Bahkan sudah menjadi rahasia umum, bahwa negara penghasil kakao (coklat) justru memiliki statistik penduduk yang rendah atas konsumsi coklat. Dengan Studi yang dilakukan selama 3 tahun, sebaik mungkin akan saya pergunakan untuk mengkaji tentang seluk beluk coklat dari hulu ke hilir, dan memberikan sumbangsih saya baik praktek maupun teori tentang kakao, dan seperti proyek pemerintah lainnya, tujuan nomatif dari diadakannya program beasiswa unggulan ini adalah dapat tercapainya peningkatan kualitas hidup waga negara dan bangsa Indonesia.

MY TESTIMONY IS FULL OF HOPE AND EXPECTATION

            Bagian terakhir dari tesimoni panjang ini, saya sampaikan bahwa walaupun fakultas pertanian bukan menjadi prioritas saya, namun saya akui, jika sumber daya peserta didik kompeten dan mau berdedikasi untuk domain pertanian, pertanian memiliki prospek yang menjanjikan dimasa depan. Jika kita perhatikan media, jurnal dan situs pertemanan Dunia Internasional, concern mereka telah begeser ke arah penyelamatan bumi secara berkelanjutan, yang salah satunya bisa dirintis melalui bidang pertanian, begitu juga bidang pertanian negara ini.

Seperti pepatah mengatakan, “apapun yang dilakukan secara sungguh-sungguh, pasti membuahkan hasil”, begitu juga hubungan baru saya dengan bidang pertanian yang akan saya pelajari selama kurang lebih 3 tahun menjelang, akan saya gunakan waktu ini sebaik mungkin, untuk mengkaji, dan memberi sumbangsih sebanyak mungkin untuk bidang yang mulai ditinggalkan namun memiliki prospek yang bagus, yaitu pertanian.

Ada harapan terselubung  yang harus saya gali, mengenai kakao dan kopi, serta seluk beluk mereka. Pengembangan soft-skill dan wawasan pribadi pun dapat saya dapatkan lebih mudah dikarenakan Fakultas Pertanian UNEJ telah menjalin kerjasama dengan Rajamangala University of Technology Thanyaburi Thailand.

Tidak ada rasa excited ketika Beasiswa Unggulan ini saya dapat, namun justru rasa tanggung jawab dan keingintahuan yang besar akan komoditi kakao dan kopi yang ada dibenak saya.

Masa depan Bumi ini berada ditangan Pemuda yang memiliki dedikasi, dan dedikasi untuk bumi dan kehidupan masa depan bisa di rintis, melalui jalur pertanian. Because we can’tpredict the future, but we can make it.

Iklan

About @arghyand

interested in sustainable living

Posted on Agustus 16, 2011, in Social. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: