Buku TK Untuk Anak SD


*beberapa hari lalu saya beli buku SMA, tp lebih mirip kayak buku anak  TK, dan muncul ide untuk buat artikel ini..     Tengah bulan lalu, buku kimia yang saya tunggu akhirnya datang juga. Harganya selangit, terdiri dari 10 series, sampai mbak yang di kasir tanya gini, “ini untuk perpustakaan kampus atau untuk sendiri ?” . harga buku itu memang mahal, materinya  juga tidak seberapa bagus, hanya mengulang materi pelajaran kelas 1,2,3 SMA –dan ditambah sedikit pembahasan detail. Memang saya sudah lulus SMA, 2 bulan lalu, namun dikarenakan saya suka pelajaran kimia tapi gk pernah dapat nilai bagus, dan dikarenakan saya sangat bernafsu untuk menambah ilmu, membuat beli buku hampir seharga series novel Harry Potter itu saya beli juga. Dan hasilnya gak mengecewakan, buku itu punya fitur yang baik dari segi penjelasan, jarak spasi dan rincian bab yang berurutan, terlebih lagi tata letak gambarnya.

BOBOT ILMU YANG DIBAHAS BUKAN SATU SATUNYA HAL PENTING

Kalau dari segi bobot yang dibahas, mungkin masih lebih bagus buku pelajaran formal –katakanlah Erlangga. Tapi bobot ilmu yang dibahas bukan satu satunya matters dalam urusan kwalitas buku. Terlebih lagi untuk untuk penduduk Indonesia yang masyarakatnya pamali untuk membaca –lebih baik cari uang dari pada belajar.  Buku bacaan harus bersifat semenarik mungkin, dan membuat si pembaca tertarik dengan apa yang dibaca, terlebih lagi tertarik  dengan imu yang sedang dipelajarinya.

GAMBAR MERUPAKAN SUPLEMEN OTAK

Pernah suatu saat saya nonton acara kick andy , ketika itu acara yang diulas adalah dunia pendidikan. Salah satu narasumber yang hadir adalah pasangan suami istri yang mendedikasikan diri mereka pada peningkatan kualitas daya serap anak pada ilmu dengan cara meningkatkan kwalitas buku bacaan. Singkatnya begini, mereka berasumsi –dan memang sudah terbukti, bahwa cara penjelasan dan tata letak paragraf dan gambar pendamping sangat membantu anak untuk tertarik dan menghafal dengan mudah suatu ilmu atau informasi baru.     Mereka menjelaskan bahwa bagian yang selama ini kita anggap tidak penting (gambar pendukung) adalah bagian terpenting dalam proses menghafal dan penyampain ilmu. Gambar tanpa disadari merupakan suplemen otak, yang membuat kita cepat hafal dan sulit lupa –bukan sulit hafal cepat lupa. Hehe J

PRODUKSI LOKAL, PRODUKSI GOMBAL

Kembali ke pokok cerita tentang buku yang baru saya beli, buku dengan banyak gambar dan hampir mirip buku anak SD itu bukan produksi lokal. Pengarang dan penyusunnya orang asing, dari Amerika tepatnya, namun diterjemahkan dan di sunting tata letak ulang oleh penerbit lokal. Selama ini yang saya perhatikan, buku dengan pengarang asing memiliki distingsi mencolok dan mendasar dengan buku produksi  dengan pengarang lokal. Buku dengan pengarang asing lebih detail dalam menjelaskan materi yang dibahas, dan lebih mudah dipahami dengan mengelaborasi contoh dan gambar. Buku terbitan luar negeri mengedepankan aspek pemahaman dan mengajak pembaca tertarik terlebih dahulu,  tidak seperti buku lokal yang langsung mengedepapankan teori dan penjelasan rumit.

..MENYEBABKAN ANAK TIDAK TERTARIK DENGAN ILMU

Tidak herah kalau banyak perintis pengais ilmu (anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama) tidak terlalu tertarik dengan ilmu. Ini bukan karena rendahnya kemampuan mereka, dan juga bukan karena orang Indonesia ini terkenal pemalas,  tapi karena cara mengajar dan menjelaskan ilmu kepada mereka menggunakan metode yang tidak menarik. Sekali mereka menganggap bahwa pelajaran itu rumit, mereka akan seterusnya tidak tertarik dengan pelajaran itu.

…SEHINGGA KITA BELAJAR HANYA UNTUK CARI  NILAI.

Mungkin anda bisa berkaca sendiri pada pengalaman anda. Dimana masa SMP (sekolah menengah pertama) anda berhadapan dengan ilmu ilmu baru –contoh adalah Fisika dan Komputer, dan dikarenakan cara mengajar yang tidak utuh (tidak menggunakan prasarana dan tidak melibatkan indra kita secara maksimal), membuat kita bosan dan enggan belajar pelajaran tersebut sampai sekarang. Kalaupun belajar, itu hanya sekedar untuk mencari nilai, dan dalam sekejap, ilmu itu hilang.. karena  satu hal, kita tidak tertarik dengan pelajaran tersebut.

JADIKAN BUKU SEMENARIK DAN SERASIONAL MUNGKIN

Belajar,  Adalah  sesuatu yang wajar..

Hanya karena cara mengajar yang salah sejak awal,

Dan cara yang tidak optimal  Membuat ilmu mu,

Kau tinggal……..

Tidak  perlu sampai nangis darah ke petinggi negeri ini untuk merubah sistem pendidikan yang sekarang berjalan. Apapun sistem pendidikannya tidak akan berguna kalau cara mengajarnya tidak bagus, dan tidak didukung fasilitas yang mendukung. Gak perlu  muluk muluk sampai nyediakan kelas ber AC  dahulu kalau  gak mampu, perbaiki dulu hal pokok dalam mengais ilmu, yaitu buku yang membuat printis pencari ilmu tertarik.                     Yang diantaranya menggunakan ;

Penjelasan yang tidak begitu rumit dan pendekatan yang rasional.

Mengedepankan pemahaman ketimbang rentetan dan tumpukan teori.

Membuat pelajar tertarik  dengan mengatur tata letak penulisan.

Memberi gambar yang jelas dan berwarna, karena GAMBAR MERUPAKAN SUPLEMEN OTAK ! J

Ada niat dan keinginan untuk mencerdaskan pencari ilmu

Iklan

About @arghyand

interested in sustainable living

Posted on Agustus 16, 2011, in Education. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: