NONTON BOLA DI STADION TRI DHARMA GRESIK


MY EPIC JOURNEY TO GRESIK FOR WATCHING INDO FOOTBALL

(GRESIK UNITED vs PERSIDAFON)

KECINTAAN TERHADAP PERSEPAKBOLAAN NASIONAL

Seingat saya, kecintaan saya pada sepakbola dimulai sejak kelas 5 SD, sekitar tahun 2004.  Bukan sebagai pemain bola, tapi sebagai penikmat pertandingan bola. Sebagai penonton, layaknya anak muda lain, pasti memiliki tim atau club favorit mereka. Namun saya sedikit aneh, ketika hampir mayoritas orang mencintai dan menjadi pengamat bola mancanegara, saya justru sebaliknya, persepakbolaan  nasionalah  yang selalu saya tonton dan saya geluti perkembangannya. Saya mengerti pemainnya, seluk-beluk tim, bahkan sebagian dari sejarahnya. Bahkan bisa dibilang, hanya saya satu-satunya orang yang mengerti persepakbolaan Indonesia melebihi semua orang yang pernah saya temui :-)

NONTON PERTANDINGAN LANGSUNG KE STADION

Singkat cerita, liburan semester ganjil tahun 2013 ini,  saya gunakan untuk nekat pergi menonton laga lanjutan Liga Super Indonesia antara Gresik vs Persidafon di stadion Tri Dharma Gresik.  Pertandingan dimulai pukul 15.00 WIB tanggal 15 Januari 2013. Ini adalah laga kedua yang saya tonton langsung di stadion luar kota. Sebelumya ada laga Arema vs Persipura di Kanjuruhan Malang.

GOOGLING INFO TENTANG SURABAYA DAN GRESIK

Preparasi saya lakukan 1 hari sebelumnya. Mulai dari googling di Internet sampai tanya ke teman tentang angkutan umum di Surabaya dan Gresik. Meskipun sudah pernah ke Gresik 1x sebelumnya bersama tante (*paman dan bibi) ke daerah Kompleks Petrokimia Gresik, tapi perjalanan ini berbeda, karena saya berangkat menuju Gresik dari Jember sendiri.

LET’S GET LOST

Saya mulai dengan cari info kereta dari Jember ke Gresik yang ternyata tidak tersedia, jadi saya pilih naik kereta dari Jember dan turun di Stasiun Gubeng Surabaya (*jujur saja, ini pertama kalinya saya turun dan melihat stasiun gubeng sejak tahun 2002 silam, ketika itu masih kelas 2 SD dan masih belum paham betul apa itu Gubeng). Berangkat puluk 05.00 pagi dan sampai rush hour kota Surabaya, jam 9.00 pagi.

Setelah turun dari Stasiun Gubeng Lama, saya lanjutkan naik angkutan umum lyn N warna putih tulang menuju JMP (Jembatan Merah Plaza). dari JMP saya lanjut naik angkot kijang warna hijau jurusan Surabaya – Gresik (*ini juga pertama kalinya saya tahu lokasi di Surabaya yang bernama JMP). Di JMP banyak angkot yang ngetem/nunggu penumpang, tapi menurut info teman dan saudara saya, yang harus saya naiki adalah angkot kijang warna hijau jurusan Surabaya- Gresik. Harga karcis juga murah, Rp 4000 sudah bisa sampai di kota Gresik. Perjalanan dari JMP ke Gresik hampir 1,5 jam, plus macet, dan jalan yang bergelombang. Untuk perjalanan saya lakukan bulan Januari, jadi cuaca gak seberapa panas, kalau cuaca panas, 1,5 jam diangkot tanpa AC sudah mirip sauna.

Foto0653

(berada di dalam lyn N)

Singkat cerita, sampai juga saya di kota Gresik, dan bilang sama angkotnya kalau saya mau turun di Stadion Tri Dharma Gresik, sayangnya gak ada angkot yang ngelewati stadion bertaraf International tersebut. Sehingga solusinya adalah, saya diturunkan dipertigaan Kompeks Petrokimia di Jl. Dr. Wahidin, Gresik.

Foto0660[1]

(masuk kompleks Petrokimia,  dari sini saya jalan ke stadion)

Dari pertigaan saya harus jalan kurang lebih 1 km sampai ketemu sama Stadion milik ex-club Petro Kimia Putra Gresik. Menuju Stadion Tri Dharma dari pertigaan tidak begitu sulit, karena sebelumnya saya pernah melewati stadion tersebut ketika berada di Gresik tahun 2010 lalu. FYI, Stadion Tri Dharma Gresik berada satu lokasi dengan Kompleks Pabrik Petrokimia. Disana selain ada Stadion, juga ada pabrik, sekolahan milik Petrokimia, masjid, perumahan, bahkan rumah sakit !!.

SAMPAI JUGA…

Sampai di Kompeks Stadion persis pukul 12 siang, tepat saat sholat dzuhur. Walaupun jarang sholat, tapi daripada gak etis ngampung cuci muka doank, jadi saya sempet-sempetin sholat di Masjid Kompeks Petrokimia, gak jauh dari Stadion Tri Dharma (*untung masih ingat gerakan sholatnya).

Foto0663

(Stadion Petrokimia Gresik/Tri Dharma)

PERTANDINGAN DI MULAI

Puku 15.00 saya masuk stadion setelah beli tiket kelas ekonomi Rp25.000. Pukul 15.30 pertandingan dimulai. Masih banyak tribun yang kosong, padahal kapasitas Stadion mencapai 40.000, tapi yang terisi tidak sampai seperempatnya. Maklum, selain harga tiket ekonomi yang mahal, fanatisme supporter disini (*diberinama ULTRAS), juga tidak begitu besar.

Foto0671[1]

(kondisi lapangan sebelum pertandingan dimulai)

Sebelum pertandingan dimluai , saya sudah sempetin masuk stadion, rumputnya keren, plus, sebelum pertandingan, hujan sempat turun, meskipun hanya beberapa menit lalu kemudian reda. Di dalam stadion, mirip kayak pasar, gak cuma air mineral, nasi bungkus dan lumpia pun dijual di dalam stadion, pantas saja kalo tim kesayangan supporter kalah, botol mineral bahkan bungkus nasi bisa masuk ke lapangan (*kejadian ini hampir terjadi disetiap laga sepakbola di Indonesia, entah timnas ataupun klub)

Foto0682

(kondisi di tribun penonton: mulai dari jualan air mineral hingga lumpia)

Pertandingan di mulai, saya pilih duduk dekat dengan papan skor. Meski tertinggal lebih dulu di babak pertama, akhirnya di babak kedua, Aldo Bareto CS berhasil membalikkan keadaan dan menutup pertandingan dengan skor 2-1 untuk Gresik.

Foto0693Foto0703

(mendadak jadi ULTRAS di tribun penonton)

GOING HOME TIREDLY…..

Saya pulang dengan angkot kijang warna hijau, sama dengan yang saya naiki dari Surabaya – Gresik dan turun di Terminal Osewilangun. Dari Terminal, saya naik Bus DAMRI P-8 jurusan Terminal Bungurasih (*Purabaya adalah nama resminya). Dengan 5000 perak perjalanan dari Gresik ke Surabaya dilalui hanya 1,5 jam dengan bus full AC dan lewat jalan bebas hambatan/ jalan TOL . Dari Bungurasih, saya lanjutkan naik bus ke kota Jember. Bungurasih adalah terminal paling besar dan tersibuk di Indonesia. Menurut Informasi, hampir 120.000 orang melakukan perjalanan menuju dan dari terminal ini setiap jamnya.  Secara keseluruhan, perjalanan ke dan dari Gresik dimulai pukul 05.00 sampai 24.00 petang.

Sebuah pengalaman pertama yang mengesankan, walaupun menonton pertandingan gurem , tapi perjalanan dari Jember Gresik dan Gresik ke Jember merupakan perjalanan mengesankan dan membuat ketagihan.

MAJU TERUS PERSEPAKBOLAAN NDONESIA !!

About these ads

Posted on Januari 16, 2013, in Football, Living Me, Sustainable Activity. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.043 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: