SIMBIOSIS MUTUALISME ANTARA KELAPA SAWIT DAN Elaeidobius kamerunicus


SIMBIOSIS MUTUALISME ANTARA KELAPA SAWIT DAN Elaeidobius kamerunicus

1. PENDAHULUAN

Pola atau bentuk interaksi antarmakluk hidup dalam satu ekosistem dapat berupa kompetensi, predasi, simbiosis. Kompetensi berarti persaingan. Predasi adalah hubungan antara pemangsa atau predator dan mangsanya. Sementara itu simbiosis adalah hidup bersama antara dua jenis makhluk hidup yang bersifat langsung dan erat. Simbiosis umumnya ada 3 yaitu mutualisme, komensalisme, parasitisme. Dalam makalah ini kami menjelaskan tentang simbiosis mutualisme. Simbiosis mutualisme adalah hubungan atau interaksi antara dua jenis makhluk hidup yang saling menguntungkan. Fokus dari makalah ini adalah mutualisme antara tanaman dengan organisme lain yang dalam makalah ini dibahas tentang simbiosis mutualisme antara kelapa sawit dangan Elaeidobius kamerunicus. Alasan pemilihan simbiosis mutualisme antara kelapa sawit dangan Elaeidobius kamerunicus karena penulis ingin mengetahui adanya interaksi antara 2 komponen tersebut. Selain itu, penulis juga ingin mengetahui peranan keduanya dalam jaring-jaring makanan disuatu ekosistem. Kelapa sawit mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, untuk itu perlu adanya pembahasan lebih lanjut tentang peran serta organisme lain untuk meningkatkan produksinya.

2. CONTOH

Simbiosis mutualisme kelapa sawit dengan Elaeidobius kamerunicus.

 

3. PEMBAHASAN

Simbiosis mutualisme kelapa sawit dengan Elaeidobius kamerunicus:

Dalam simbiosis tersebut serangga Elaeidobius kamerunicus membantu penyerbukan dari kelapa sawit dan dapat meningkatkan produksi tandan buah dan juga adanya E. kamerunicus sangat signifikan dalam meningkatkan nilai fruit set tandan kelapa sawit. Hal ini disebabkan karena serangga penyerbuk ini mampu menjangkau buah bagian dalam, sehingga proses penyerbukan bunga pada tandan sebelah dalam dapat terjadi. Jadi hubungan mereka sangat penting bagi kehidupan satu sama lain, serangga mendapatkan nutrisi dari buah sawitnya, sedangkan tanaman kelapa sawit sendiri dibantu penyerbukannya. Cara alami tersebut menggantikan cara penyerbukan buatan ‘assisted pollination’ yang selama ini kurang efektif dan mahal.

 

Peranan kelapa sawit dengan Elaeidobius kamerunicus dalam jaring-jaring makanan:

Keterkaitan simbiosis mutualisme antara Elaeidobius kamerunicus dengan kelapa sawit dalam jaring-jaring makanan sangatlah penting. Kelapa sawit sebagai produsen memiliki arti penting bagi kelangsungan hidup konsumennya. Ulat bulu, serangga Elaeidobius kamerunicus, dan serangga lainnya (konsumen 1) membutuhkan makanan dari kelapa sawit. Lalat Tachinid dari ordo Diptera dan burung merupakan konsumen tingkat dua yang memakan ulat dan kumbang, sedangkan ular sebagai konsumen tingkat 3 memakan burung, katak, kelelawar buah, dan tikus. Beragamnya tingkat spesies pada tanaman kelapa sawit dipengaruhi oleh musim berbuah tanaman kelapa sawit. Setelah ular mati akan diuraikan oleh mikroba pengurai. Kedua organisme tersebut (kelapa sawit dan Elaeidobius kamerunicus) memiliki pengaruh penting dalam jaring-jaring makanan dan ekosistemnya. Jika kelapa sawit tidak berbunga maka kumbang Elaeidobius kamerunicus sebagai konsumen tingkat 1 tidak akan mendapat makanan sehingga nantinya populasi dari kumbang Elaeidobius kamerunicus menurun. Seperti dalam piramida rantai makanan, jika salah satu komponen  mengalami masalah maka jaring-jaring makanan itu akan bermasalah. Dan juga jika kumbang Elaeidobius kamerunicus mengalami penurunan populasi karena populasi tikus (konsumen tingkat 2) meningkat, maka kelapa sawit tidak akan bisa mengalami pembuahan dan merugikan bagi manusia secara ekonomis.

4. KESIMPULAN

  1. Terdapat simbiosis mutualisme antara kelapa sawit dan Elaeidobius kamerunicus.
  2. Simbiosis tersebut menguntungkan bagi kedua komponen dan juga manusia secara ekonomis.
  3. Kedua komponen tersebut mempengaruhi jaring-jaring makanan pada ekosistem perkebunan kelapa sawit.

5. DAFTAR PUSTAKA

 Adaigbe V. C., Odebiyi J. A., Omoloye A. A., Aisagbonhi C. I., dan Iyare O. 2011. Host Location and Ovipositional Preference of Elaeidobius kamerunicus on Four Host Palm Species. Journal of Horticulture and Forestry Vol. 3(5), pp. 163-166, May 2011. http://www.academicjournals.org/jhf/PDF/pdf2011/May/Adaigbe%20et%20al.pdf. [28 Februari 2012].

Godfrey, Nwebueze, Luca, dan Edem. 2007. Community Structure and Ecology of Snakes in Fields of Oil Palm Trees (Elaeis guineensis) in the Niger Delta Southen Nigeria. Blackwell Publishing. 46. http://www.iamscientist.com/publications/MISC-3-3154692-community-structure-and-ecology-of-snakes-in-fields-of-oil-palm-trees-elaeis-guineensis-in-the-niger-delta-southern-nigeria. [28 Februari 2012]

Posted on Maret 2, 2012, in Agriculture and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.225 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: