EVAPOTRANSPIRASI TANAMAN (ETo)


1.1 Latar Belakang
Air sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup tumbuhan. Tanah menyusun 70%-80% dari berat tumbuhan ketika tanaman masih hidup. Air juga berfungsi sebagai meadia transportasi unsur hara dan terlibat dalam reaksi biokimia dalam sel tumbuhan (http://grounds-mag.com).

Air diperoleh dari banyak cara. Dibidang pertanian, air diperoleh dari hujan atau irigasi. Sebagian air juga berasal dari bawah tanah yang bergerak ke atas secara lambat sebagai pengganti kehilangan air pada tanaman. Oleh karena itu, cara terbaik untuk memperoleh air secara terus menerus ialah melalui irigasi(http://grounds-mag.com).

Proses kehilangan air pada tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor utama yang mempengaruhiadalah jenis tanaman, kondisi tanah (dalam hal ini kelengasan tanah), dan cuaca dimana tanaman itu berada.
Air dapat hilang dalam evapotranspirasi. Evapotranspirasi adalah proses kehilangan air menuju atmosfer dari tanah dan tumbuhan.Evapotranspirasi terjadi pada siang hari ketika keberadaan matahari menyebabkan air dari tanah dan pada tumbuhan menguap.

Evapotransiprasi dalam bidang pertanian dapat disebut sebagaiET. ET merupakan kebutuhan air pada tanaman. Kebutuhan air pada tanaman dapat didefinisikan sebagai jumlah air yang diperlukan untuk memenuhi kehilangan air melalui evapotranspirasi (ET)dari tanaman yang sehat, tumbuh pada sebidang lahan yang luas dengan kondisi tanah yang tidak mempun¬yai kendala (kendala lengas tanah dan kesuburan tanah) dan mencapai potensi produksi penuh pada kondisi lingkungan tumbuh tertentu (http://ferri.web.ugm.ac.id).

Kebutuhan air tanaman (ET) dapat dikukur melalui perkalian antara koefisien evapotranspirasi tumbuhan dengan nilai evapotranspirasi standar. Terdapat beberapa metode yang digunakan dalam menentukan ET tanaman.
Dengan mengetahui nilai Evaporasi atau kebutuhan air yang hilang pada tanaman, maka pihak yang terkait dengan pertanian dapat mengetahui metode dan saat yang tepat untuk melakukan pengairan. Hal tersebut perlu dilakukan dikarenakan air merupakan komponen yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Namun masih terdapat banyak kendala yang dihadapi untuk mengetahui nilai ET tanaman, salah satunya adalah kurangnya pemahaman tentang pengertian ET dan cara penghitungannya. Berdasarkan fakta-fakta diatas, tugas ini disusun untuk mengetahui lebih dalam mengenai ET atau evapotranspirasi pada tanaman serta mengetahui metode penghitungan sederhananya.

1.2 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui pengertian dari evapotranspirasi.
2. Mengetahui metode penghitungan untuk mengukur evapotranspirasi.
3. Menganalisa hasil perhitungan soal mengenai evapotranspirasi.

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Evapotranspirasi
Evapotranspirasi adalah kombinasi proses kehilangan air dari suatu lahan bertanaman melalui evaporasi dan transpirasi. Evaporasi adalah proses dimana air diubah menjadi uap air (vaporasi, vaporization) dan selanjutnya uap air tersebut dipindahkan dari permukaan bidang penguapan ke atmosfer (vapor removal). Evaporai terjadi pada berbagai jenis permukaan seperti danau, sungai lahan pertanian, tanah, maupun dari vegetasi yang basah. Transpirasi adalah vaporisasi di dalam jaringan tanaman dan selanjutnya uap air tersebut dipindahkan dari permukaan tanaman ke atmosfer (vapor removal). Pada transpirasi, vaporisasi terjadi terutama di ruang antar sel daun dan selanjutnya melalui stomata uap air akan lepas ke atmosfer. Hamper semua air yang diambil tanaman dari media tanam (tanah) akan ditranspirasikan, dan hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan tanaman (Allen et al. 1998).

2.2 Kebutuhan Air Tanaman
Kebutuhan air tanaman terjadi dikarenakan tanaman melakukan evapotransipirasi. Kebutuhan air di sini adalah suatu gambaran besarnya kebutuhan air untuk keperluan tumbuhnya tanaman sampai tanaman siap panen. Kebutuhan air tanaman berbeda beda tergantung pada jenis tanaman, keadaan medan tanah, sifat-sifat tanah, cara pemberian air, pengolahan tanah, iklim, waktu tanam (pola tanaman), kandungan air tanah, efisiensi irigasi, curah hujan efektif, koefisien tanaman bulanan, pemakaian air konsumtif, perkolasi, kebutuhan air untuk tanaman, dan kebutuhan air di sawah (http://acehpedia.org/).

2.3 Perhitungan Evapotranspirasi Tanaman
Penghitungan ET dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama yaitu pencarian ETo terlebih dahulu. ETo (evaporasi tanaman referensi) yaitu laju evapotranspirasi dari permukaan berumput luas setinggi 8-15 cm, rumput hijau yang tingginya seragam, tumbuh aktif, secara leng¬kap menaungi permukaan tanah dan tidak kekurangan air. Empat metode yang dapat digunakan adalah Blaney-Criddle, Radiasi, Penman dan Evaporasi Panci, dimodifikasi untuk menghitung ETo dengan menggunakan data iklim harian selama periode 10 atau 30 hari. Tahap kedua setelah pengukuran ETo adalah pencarian Kc. Kc merupakan koefosien tanaman yang menyatakan hubungan antara Eto dan ET tanaman. Nilai Kc beragam sesuai dengan jenis tanaman, fase pertumbuan dan kondisis cuaca yang ada (http://yanessipil.wordpress.com).
Sehingga jumlah konsumtif kebutuhan air tanaman yang digunakan untuk penguapan (ET) adalah nilai dari perkalian Kc dan ETo. Kc merupakan koefisien tanaman dan Eto merupakan evaporasi tanaman referensi (Anonim, Tanpa Tahun).

III. PEMBAHASAN

Dari perhitungan yang telah dikerjakan, dapat diketahui bahwa kebutuhan air tanaman bulan Juni ialah 403.2 l/m2, untuk bulan Juli ialah 422.4 l/m2, dan bulan Agustus adalah 694.4 l/m2.
Perubahan kebutuhan air setiap bulannya dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor faktor tersebut antara lain intensitas radiasi matahari, kecepatan angin, kelembapan, dan ketersediaan air pada tanah.
Semakin besar intensitas matahari dan kecepatan angin yang berada pada lingkungan tumbuh tanaman, maka proses evapotranspirasi atau kebutuhan air tanaman akan bertambah pula.

Selain kecepatan angin dan matahari, kelembapan juga mempengaruhi proses evapotranspirasi. Ketika kondisi lingkungan tumbuh tanaman adalah lembab, maka proses evapotranspirasi menjadi terhambat. Adanya angin dapat memindahkan udara jenuh dari lingkungan tumbuh tanaman dan menggantikannya dengan udara kering. Udara kering mampu meningkatkan laju evapotranspirasi.
Kondisi cuaca musiman jaga mempengaruhi evapotranspirasi. Proses evapotranspirasi terendah terjadi pada saat musim dengan cuaca terdingin. Pada cuaca tersebut stomata pada permukaan daun menutup sehingga menghambatproses transpirasi.

Selain istilah kebutuhan air tanaman atau dikenal sebagai ET, dalam bidang pertanian juga dikenal istilah PET atau Potensial Evapotranspiration. Evapotranspirasi potensial dapat diartikan sebagai kemampuan atmosfer untuk mengambil air melalui proses evaporasi dan transpirasi dengan asumsi tidak ada kontrol mengenai keberadaan air (air melimpah). PET juga dapat diartikan sebagai kondisi maksimum kemungkinan tanaman mengalami proses evapotranspirasi dengan kondisi meteorologi lingkungan dan fisiologi tanaman sebagai parameter.

Maka dari itu dari pemahaman akan PET, dapat dijelaskan bahwa satu-satunya faktor pembatas dalam proses evapotranspirasi atau kebutuhan air tanaman adalah kemampuan fisiologi tanaman, bukan kondisi lingkungan dan keberadaan air. Sehingga pemberian air yang berlebihan pada saat pengairan selain kurang berguna juga dapat merusak tanaman karena akan menyebabkan akar dan batang bagian bawah yang tergenang akan menjadi busuk.

IV. DAFTAR PUSTAKA

(Anonim). 2008. Kebutuhan Air Tanaman. http://ferri.web.ugm.ac.id/?p=51. [download 7 desember 2011].

(Anonim). 2009. Irigation.http://grounds-mag.com/mag/chapter_9_irrigation/. [download 7 desember 2011].

(Anonim). 2007. Kebutuhan Air Untuk Tanaman http://yanessipil.wordpress.com/2010/03/28/kebutuhan-air-untuk-tanaman/. [download 7 desember 2011].
(Anonim). 2006. Evopotranspirasi.catetankuliah.blogspot.com/2009/07/evapotranspirasi.html evapotrasnpirasi.
[download 7 Desember 2011].

(Anonim). 2010. Air Tanaman. http://acehpedia.org/Air_dan_Tanaman air dan tanaman.

About these ads

Tentang sustainablemovement

interested in sustainable living

Posted on Desember 27, 2011, in Agriculture and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Salam kenal mas arghya.. Mo numpang tanya nih, mas punya atau pernah lihat data ETo untuk berbagai jenis tanaman nggak ya.. Mhn infonya yaa.. mksh

  2. ETo itu adalah evaporasi tanaman referensi. dan yang sering digunakan hanya ETo rumput khusus yang tingginya 8-15. ETo juga bisa dicari dengan banyaknya evaporasi panci kelas A dikai koefisien panci. (Eto=Evapo panci kelas A x koefisien panci) Kalau yang dimaksud adalah ETc, yaitu kebutuhan air tanaman, bisa dilihat di

    http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=eto%20for%20plant%20crop%20list%20table&source=web&cd=7&ved=0CE4QFjAG&url=http%3A%2F%2Fwww.itrc.org%2Freports%2Fcaliforniacrop%2Fcaliforniacrop.pdf&ei=00FQT4adAcrmrAfjsvm9DQ&usg=AFQjCNHZeX80YcJune3gMWRKK1k7ckgXyQ&cad=rja

    rumus Etc = Kc x Eto

    semoga membantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: