EL NINO DAN LA NINA


1.1 Latar Belakang

El Nino dan La Nina adalah fenomena alam pada daerah Pasifik yang menyebabkan terjadinya perubahan cuaca pada daerah sekitar Samudra Pasifik termasuk Indonesia. Di Indonesia El Nino akan berpengaruh pada pendinginan suhu permukaan laut di Indonesia. Selain perubahan suhu yang menjadi lebih dingin, kejadian El Nino juga menyebabkan penurunan rata-rata kehilangan peluang produksi pangan selama tahun 1968-2000 sekitar 1.79 juta ton atau sekitar 3.06% dari seluruh peluang produksi pangan. La Nina menyebabkan curah hujan di Indonesia meningkat pada musim kemarau dan mempercepat musim hujan. Peningkatan curah hujan saat kejadian La Nina berdampak positif pada hasil pertanian.

Permasalahan mengenai El Nino dan La Nina belum banyak diketahui oleh sebagian besar orang. Untuk itu perlu penjelasan mengenai El Nino dan La Nina secara lebih detail sehingga dapat mempermudah pemahaman tentang fenomena yang terjadi di daerah Samudra Pasifik tersebut.

1.2 Tujuan
Tujuan dari tugas mandiri ini bertujuan untuk memahami proses terjadinya El Nino dan La Nina serta memahami dampaknya pada daerah perairan dan daratan Indonesia

PENJELASAN


1.3.1 El Nino dan La Nina
El Nino dan La Nina adalah nama yang diberikan pada perubahan angin, tekanan atmosfer, dan permukaan laut yang terjadi pada daerah Samudra Pasifik dekat garis katulistiwa. El Nino dan La Nina adalah kondisi berkebalikan dan berbeda serta terjadi secara bergantian. Tidak seperti musim panas dan musim dingin, El Nino dan La Nina yang muncul setiap 3 sampai 4 tahun sekali.

Terjadinya El Nino dan La Nina di pengaruhi oleh perubahan yang ekstrem pada siklus Oskalasi Selatan (Southern Oscillation). El Nino merupakan kondisi hangat hangat ekstrim dan La Nina merupakan kondisi dingin ekstrim.

Nama El Nino berasal dari nelayan Peruvian. Mereka memperhatikan bahwa kondisi perairan Amerika menjadi lebih hangat, sehingga hasil tangkapan ikan sedikit. Dikarekan hal ini terjadi saat bulan Natal (Desember), kejadian ini dinamakan El Nino yang berarti anak laki-laki. Kondisi yang berkebalikan disebut La Nina, yang berati anak perempuan.

1.3.2 Oskalasi Selatan (Southern Oscillation)
Oskalasi Selatan pertama kali ditemukan oleh Sir Gilbert Walker pada tahun 1920. Dari pengamatan tersebut dapat diketahui bahwa kondisi atmosfer pada samudra Pasifik berubah-ubah. Pada tahun tertentu, tekanan udara tinggi pada daerah Australia utara dan rendah pada daerah Tahiti (daerah Pasifik Selatan). Pada tahun tertentu yang lain, kondisi menjadi berkebalikan. Dari kedua pola tersebut, dapat mengakibatkan kekeringan dan hujan di daerah sekitar Pasifik.
Pada tahun 1960, Profesor Jacobs Bjerknes dari University of California menyatakan bahwa Oskalasi Selatan dan dan perubahan kondisi menjadi lebih hangat karena El Nino adalah dua aspek yang terjadi dikarenakan siklus kondisi atmosfer di samudra Pasifik.

1.3.3 ENSO
Oskalasi Selatan dikenal sebagai ENSO. ENSO merupakan kondisi umum yang terjadi pada daerah pasifik. ENSO terjadi pada daerah tropik yang didominasi angin, yang disebut trade wind.

1.3.4 La Nina
La Nina merupakan kondisi ekstrem. La Nina dikarakteristikan oleh perubahan kondisi perairan menjadi lebih dingin di daerah Pasifik tengah dan timur. Akibat dari kondisi yang lebih dingin pada daerah tersebut, aliaran masa udara bergerak menuju bagian barat Samudra Pasifik.
Dekat daerah equator pada daerah tropis pasifik, angin yang bergerak dari timur ke barat cenderung menarik permukaan laut bersama angin tersebut. Pergerakan angin yang membawa air tersebut dipengaruhi oleh perbedaan tekanan pada daerah timur Samudra Pasifik dan daerah barat Samudra Pasifik. Daerah barat Samudra Pasifik dalam kondisi normal memiliiki tekanan yang rendah dan suhu yang tinggi, sedangkan pada daerah timur Samudra Pasifik tekanan udara tinggi dan suhu rendah. Hal tersebut mengakibatkatkan pergerakan masa udara dari tekanan tinggi menuju tekanan rendah.

Akibat dari La Nina permukaan laut menjadi tertarik ke arah barat Samudra Pasifik. Tertariknya air laut tersebut diakibatkan oleh pengaruh pergerakan masa udara ke arah barat Samudra Pasifik.Hal tersebut mengakibatkan daerah barat Samudra Pasifik akan memiliki ketinggian air lebih tinggi ketimbang perairan Samudra Pasifik lain. Daerah yang mengalami penambahan ketinggian air laut hingga 40 cm adalah Perairan Indonesia dan Australia. Bertambahnya permukaan air laut yang diiringi oleh temperatur yang tinggi mengakibatkan laju evaporasi meningkat. Laju evaporasi meningkat kemudian mengakibatkan intensitas hujan pada daerah tersebut juga lebat. Daerah yang mengalami hujan lebat diantaranya adalah Kalimantan dan Papua New Guinea.

Berkebalikan dengan bagian barat Pasifik, daerah Timur Pasifik akan mengalami kondisi yang dinamakan upwelling. Upwelling merupakan kondisi dimana air permukaan pada perairan timur Samudra Pasifik mengalami pemindahan bersama masa udara ke arah barat. Upwelling memiliki dua konsekwensi. Yang pertama air dingin memiliki banyak nutrisi untuk ikan sehingga hasil tangkapan ikan dapat bertambah. Konsekwensi kedua adalah suhu lautan dan atmosfer yang rendah mengakibatkan sedikit terjadi penguapan. Penguapan yang tidak banyak akan meminimalisir terjadinya badai. Daerah pada kondisi upwelling juga akan bersifat kering karena jarang terjadi hujan.

1.3.4 El Nino
Fenomena El Nino muncul ketika masa udara bergerak dari barat Samudra Pasifik (Asia dan Australia) menuju bagian timur Samudra Pasifik (pantai barat Amerika). Pergerakan ini dikarenakan perbedaan suhu dan tekanan yang ekstrim pada masing masing belahan timur dan barat Samudra Pasifik. Daerah Asia dan Australia memiliki suhu yang yang rendah dan tekanan tinggi. Pada satu sisi, daerah timur Samudra Pasifik memiliki sifat yang berkebalikan.

Penyebab perubahan suhu yang ekstrim tersebut masih belum diketahui secara jelas. Namun ada asumsi bahwa terjadinya El Nino disebabkan oleh aliran jet streams. Jet Stream merupakan aliran masa udara dingin kuat yang bergerak dari Alaska menuju Amerika Tengah pada saat musim salju bulan Desember-Februari. Aliran tersebut secaratidak langsung mempengaruhi arah aliran masa udara pada daerah Samudra Pasifik, sehingga aliran masa udara pada daerah Samudra Pasifik bergerak dari arah barat menuju timur.

About these ads

Posted on Desember 27, 2011, in Agriculture and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. kata-kata el nino dan la nina itu berasal darimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: